Notice bibliographique
بُلُوغُ الأَمَانِي بِالإِجَازَةِ لِمُرِيدِ الوِرْدِ التِّجَانِي
Description
Kitab Bulūgh al-Amānī bi al-Ijāzah li Murīd al-Wird at-Tījānī termasuk naskah-naskah tarbiyah ringkas yang bernilai praktis dalam warisan Tijani; ia disusun oleh al-‘allāmah Sīdī Aḥmad Skīrj raḍiyallāhu ‘anhu, dan beliau letakkan dalam bab ijazah dan bimbingan bagi murīd tarekat, beserta hal-hal yang terkait dengan itu berupa penjelasan syarat-syarat, adab-adab, zikir-zikir, serta wasiat-wasiat yang diperlukan untuk sulūk.
Meskipun ukuran kitab ini kecil, ia penting dalam bidangnya; karena ia tidak terbatas pada redaksi ijazah yang formal semata, melainkan memuat tuntutan-tuntutan yang bermaksud mendidik dan membina murīd, mengaitkannya dengan akhlak yang luhur, membawanya berpegang teguh pada al-Kitāb dan as-Sunnah, tunduk kepada kebenaran, menjaga aurād, serta baiknya i‘tiqād terhadap keutamaannya dan pahala yang mengikutinya. Dengan demikian, naskah ini termasuk dalam literatur praktis yang melayani pembangunan tarbiyah murīd di dalam Tarekat Tijaniyah.
Dari naskah pengantar tampak bahwa Sīdī Aḥmad Skīrj dahulu menggunakan kitab ini dalam memberikan ijazah kepada sebagian orang yang hendak beliau ijazahkan dalam tarekat; hal itu memberinya nilai aplikatif yang jelas dalam kehidupan ruhani dan organisatoris zāwiyah serta dalam talqīn. Demikian pula, peninjauan atas sebuah ijazah bertarikh 17 Rabī‘ al-Awwal tahun 1343 H yang menggunakan matan ini menunjukkan kehadirannya yang nyata dalam praktik Tijani, bukan sebagai teks teoretis yang terlepas, melainkan sebagai dokumen sulūk dan bimbingan yang terkait dengan izin dan tarbiyah.
Sifat kitab ini menjadi jelas melalui daftar isinya, karena ia memuat penjelasan syarat-syarat tarekat, penyebutan zikir-zikir yang diperlukan di dalamnya, peringatan atas hal terpenting yang semestinya digeluti murīd dalam sulūknya, disertai bab-bab lain yang terkait dengan beberapa praktik ibadah seperti salat al-fawā’it dan Salat at-Tasbīḥ, di samping bab-bab tentang targhīb dan tarhīb, peringatan keras, penutup, dan wasiat. Ini menunjukkan bahwa pengarang menghendakinya menjadi sebuah teks ringkas yang menghimpun antara izin, pembinaan, pengingatan, dan pengaturan praktis kehidupan murīd.
Karya ini memperoleh arti penting khusus bagi para peneliti dalam fiqh de la voie di dalam Tarekat Tijaniyah, dalam adab ijazah-ijazah sufistik, serta dalam naskah-naskah ringkas yang dahulu dijadikan pegangan untuk mengarahkan dan membina para murīd. Ia juga bermanfaat dalam mengkaji sisi praktis dari Tijani Sufi teachings, karena tampak di dalamnya keterikatan yang saling menyertai antara wird, adab, kepatuhan syar‘i, dan mujāhadah sulūk.
Dengan demikian, Bulūgh al-Amānī merupakan teks ringkas, namun mendasar, dalam memahami adab murīd Tijani, syarat-syarat ijazah, dan konsekuensi sulūk di dalam jalan; dan ia termasuk naskah yang bermanfaat dalam Tijani heritage dan Islamic spirituality yang terkait dengan tarbiyah amaliah serta komitmen terhadap aurād dan wasiat-wasiat.