Notice bibliographique
الحَوْضُ المَوْرُودفِي مَدْحِ سَيِّدِ الوُجُود
Description
Kitab ini adalah sebuah diwan kenabian dari diwan-diwan al-‘allāmah Sīdī Aḥmad bin al-‘Ayyāshī Sukayrij, yang ia khususkan untuk memuji Penghulu Segala Wujud ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam; dan ia menjadikan syair sebagai sarana cinta, keterhubungan ruhani, serta ungkapan sastra yang luhur. Nilai diwan ini tampak dari segi bahwa ia termasuk dalam medan-medan syair terpenting yang mendapat perhatian pengarang; karena ia menjadikan madḥ nabawī sebagai ruang menonjol untuk menyalurkan tenaga kreatifnya, disertai pengakuan yang terus-menerus akan ketidakmampuan lisan untuk menunaikan seluruh sifat-sifat terpuji sang terpuji dan kesempurnaan sifat-sifatnya.
Diwan ini memuat tiga puluh tiga qaṣīdah, dengan panjang dan pendek yang beragam, dan jumlah keseluruhan baitnya mencapai 1081 bait. Pengantar ilmiah kitab juga mengungkap perhatian yang nyata terhadap bangunan artistik, baik dalam pemilihan baḥr-baḥr ‘arūḍ, maupun dalam penganekaragaman qāfiyah, sehingga memberi teks dimensi ritmis dan sastra yang jelas. Di dalamnya digunakan sembilan baḥr syair, dengan kehadiran kuat baḥr al-Kāmil, kemudian al-Khafīf, lalu aṭ-Ṭawīl; hal ini menunjukkan kesadaran pengarang akan pengaruh musikalitas syair dalam memikul makna dan memadatkan kehangatan pujian.
Diwan ini tidak berhenti pada batas kemahiran teknik puitik, melainkan melampauinya menuju dimensi tarbiyah dan wijdān; di mana madḥ nabawī di dalamnya tampil sebagai seruan untuk berpegang pada nilai-nilai akhlak dan prinsip-prinsip yang dibawa Islam, beserta makna-makna cinta, kewibawaan, kerinduan, dan pengagungan yang menyertainya. Maka qaṣīdah, menurut pengarang, bukan sekadar gubahan, melainkan ikatan sastra dan ruhani dengan maqām Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam, serta salah satu tajallī dari tajallī-tajallī adab Islam klasik dalam ufuk sufistiknya.
Pentingnya karya ini juga ditegaskan oleh kenyataan bahwa ia merupakan salah satu dari banyak diwan Sukayrij dalam madḥ nabawī, dan bahwa ia adalah karya yang diselesaikan pada fase awal kehidupan ilmiahnya; sebab materi yang menyertainya menyebutkan bahwa ia telah menuntaskannya sekitar tahun 1338 H/1920 M. Dengan demikian, diwan ini menjadi dokumen sastra penting dalam kajian madḥ nabawī Maroko, dalam menelusuri kehadiran maḥabbah muḥammadiyyah dalam khazanah Tarekat Tijāniyyah, dan dalam memahami pertemuan antara syair dan dzauq ruhani dalam classical Islamic literature dan Islamic spirituality.
Kitab ini cocok bagi para pembaca yang menaruh minat pada madḥ nabawī, syair Arab tradisional, khazanah tijānī, dan kajian-kajian sufistik; serta bermanfaat bagi para peneliti sejarah sastra keagamaan di Maroko dan karya-karya Sīdī Aḥmad Sukayrij secara khusus.