Notice bibliographique
زَهْرُ الأَفَانِينْ،فِي الجَوَابِ عَنِ الأَسْئِلَةِ الثَّلَاثِينْ
Description
Buku ini termasuk karya komprehensif yang menampakkan keluasan pengetahuan sang ‘allāmah Sidi Ahmad Skirij, kekuatan jawabannya, serta ketelitian pandangannya dalam persoalan-persoalan ilmiah, fikih, dan sufistik. Ia dibangun atas tiga puluh pertanyaan yang dia terima dari salah seorang murid besarnya di kawasan Sudan, Sidi ‘Abd al-‘Aziz bin Muhammad bin ‘Abd al-Mājid ad-Dabbāgh dari Omdurman; maka jawaban-jawaban itu pun hadir memadai, padu, bertahap dalam pemaparan, memadukan penelitian fikih, peninjauan suluk, dan pendalilan dari al-Kitab dan as-Sunnah, dengan kehadiran yang jelas dari fikih tarekat Tijaniyah beserta adab-adabnya, wirid-wiridnya, dan syarat-syaratnya.
Dan buku ini tidak berhenti pada batas jawaban pengajaran yang murni, melainkan memuat sisi yang nyata dari pembelaan terhadap tasawuf secara umum, dan terhadap tarekat Tijaniyah secara khusus, dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan pengingkaran, sanggahan, dan kekaburan. Karena itu ia bukan semata kumpulan fatwa, melainkan juga sebuah teks ilmiah-argumentatif, yang menyingkap metode penulis dalam pembelaan yang berlandaskan kaidah, serta caranya mengurai syubhat dan mengembalikan masalah-masalah kepada pokok-pokoknya.
Topik-topik buku ini pun sangat beragam; di antaranya yang berkaitan dengan talqin, zikir, hadrah, wirid, wazifah, Jawharat al-Kamāl, maqām muqaddam, iltifāt, samā‘, serta adab-adab berhubungan dengan para masyāyikh dan orang-orang saleh; dan di antaranya yang masuk dalam fikih dan nawāzil, seperti hukum-hukum seputar penggambaran, sutra sintetis, tarawih, puasa dan berbuka, taklid dan iftā’, penyamakan kulit (dabbāgh), serta memperhatikan perbedaan pendapat. Ia juga mencakup persoalan-persoalan akidah, ma‘rifah, dan hadis, sehingga menjadikan buku ini rujukan penting untuk memahami pertautan fikih, tasawuf, dan suluk dalam lingkungan keilmuan Tijaniyah.
Karya ini juga memiliki keistimewaan karena memantulkan satu sisi dari korespondensi ilmiah antara Maroko dan Sudan, serta menonjolkan kedudukan penulis di mata para muridnya, kepercayaan mereka kepada ilmunya, dan sandaran mereka kepadanya dalam persoalan-persoalan yang rinci dan rumit. Karena itu, buku ini bermanfaat bagi para peneliti warisan Tijani, kajian-kajian sufistik, fatwa-fatwa Maroko, sebagaimana bermanfaat pula bagi para peminat sejarah Islamic scholarship dan Sufi teachings di ranah Maroko dan Afrika.
Dan semua itu menjadikan Zahr al-Afānīn sebuah teks yang sesuai untuk bacaan ilmiah khusus, dan bagi peneliti yang hendak menelaah fikih tarekat Tijaniyah dari dalam teks-teks ulama tarekat sendiri, bukan melalui pengkajian yang umum atau ringkas.