Notice bibliographique
نَصِيحَةُ الإِخْوَانفِي سَائِرِ الأَوْطَان
Description
Kitab *Naṣīḥat al-Ikhwān fī Sā’ir al-Awṭān* datang dalam jajaran karya-karya nazam yang disusun oleh al-‘allāmah al-‘ārif billāh Sayyidī Ahmad ibn al-Hāj al-‘Ayyāshī Skayrij al-Khazrajī al-Anshārī untuk melayani ṭarīqah Tijāniyyah: sebagai penjelasan tentang pokok-pokoknya, peringatan bagi para muridnya, dan sanggahan atas berbagai klaim serta keberatan yang dilontarkan seputarnya. Ia adalah nazam nūni pada baḥr *aṭ-ṭawīl*, mendekati lima ratus bait; penulis menyelesaikan penyusunannya pada tahun 1352 H / 1933 M, dan pertama kali dicetak di Fes, kemudian dicetak ulang di Kairo dengan biaya al-‘allāmah Sayyidī Muḥammad al-Ḥāfiẓ at-Tijānī al-Miṣrī.
Tema kitab ini melampaui sekadar nasihat umum; sebab ia menghimpun nasihat tarbawi, penyuntingan ilmiah, dan pembelaan mazhab-sufistik sekaligus. Penulis mengarahkan khithābnya kepada para ikhwān yang berafiliasi kepada ṭarīqah Tijāniyyah di berbagai negeri, menjelaskan adab-adab jalan, syarat-syaratnya, dan awrād-nya yang wajib mereka penuhi; memperingatkan dari sikap terseret kepada ghuluw atau menisbahkan sesuatu yang tidak memiliki dasar kepada Syekh atau
jalan; serta menegaskan keharusan berdisiplin pada syariat, berhati-hati dalam menyebut keutamaan dan manāqib, dan tidak membuka pintu-pintu keberatan akibat berbagai keterlaluan yang tidak terkendali.ويangkuт الكتاب ini memuat beragam maksud, yang paling menonjol di antaranya: membantah para pembenci para wali Allah, menasihati kaum muda modern agar berhenti membicarakan para wali tanpa ilmu, membongkar berbagai fitnah yang berkaitan dengan ṭarīqah Tijaniyyah, menjelaskan hakikat “jaminan Aḥmadī”, persoalan wirid-wirid yang wajib, Ṣalāt al-Fātiḥ li-mā Ughliq, ziarah kepada para wali, kedudukan kitab Jawāhir al-Ma‘ānī, dan berbagai persoalan lain yang menyibukkan perdebatan keagamaan dan intelektual pada masa sang pengarang.
Dan pentingnya karya ini tampak karena ia memadukan adab pengajaran dengan pembelaan akidah dan ṭarīqah, serta menyajikan bahan otentik untuk memahami wacana internal Tijani pada abad keempat belas Hijriah; sekaligus menyingkap metode al-‘allāmah Skayrij dalam memadukan nasihat, pembelaan bagi ṭarīqah, dan seruan kepada sikap moderat serta kejujuran dalam periwayatan, jauh dari penghebohan atau penambahan-penambahan berlebihan.
Ia adalah kitab penting bagi para peneliti ṭarīqah Tijaniyyah, sastra sufi Maroko, dan karya-karya bantahan ilmiah dalam khazanah Islam; dan juga layak menjadi pintu masuk untuk memahami watak perdebatan seputar tasawuf, kewalian, dan wirid di ranah Maghribi modern.