Notice bibliographique
السِّرُّ الرَّبَّانِي في ردِّ تُرَّهَاتِ ابنِ مَايَابَى العَانِي
Description
Kitab Rahasia Rabbani dalam Menolak Omong Kosong Ibn Mayābā al-‘Ānī karya al-‘allāmah Sidi Ahmad Skiredj termasuk karya polemik penting dalam pembelaan tasawuf Islam; ia merupakan bantahan ilmiah yang berlandaskan kaidah terhadap sebuah kitab yang disusun oleh salah seorang yang bersikap keras, berjudul Musytahā al-Khārif al-Jānī, yang memuat celaan-celaan luas terhadap tarekat-tarekat sufi secara umum, dan terhadap Tarekat Tijaniyah secara khusus.
Dalam kitab ini penulis menempuh manhaj kritik ilmiah yang terukur; ia menyingkap gejala fanatisme dan kekeliruan dalam memahami tasawuf, serta menjelaskan apa yang ada dalam wacana lawan berupa generalisasi yang tergesa-gesa dan vonis-vonis yang miskin keadilan serta adab berbeda pendapat. Ia juga membantah celaan yang diarahkan kepada tarekat-tarekat sufi, dengan menjelaskan bahwa banyak di antaranya berdiri di atas pemelintiran teks atau mengeluarkannya dari konteks, tanpa kajian metodologis atas warisan tasawuf yang bertumpu pada tazkiyatun-nafs, pembinaan akhlak, dan suluk menuju Allah Ta‘ala dalam bingkai syariat.
Kitab ini secara khusus menitikberatkan pada tuduhan-tuduhan yang diarahkan kepada Tarekat Tijaniyah; penulis menyajikan dengan dalil-dalil kekeliruan lawan dalam menisbatkan ucapan-ucapan yang tidak akurat kepada kitab Jawāhir al-Ma‘ānī karya imam yang ‘ārif billāh, Sidi ‘Ali Harāzim Barādah, seraya menjelaskan makna-makna yang dimaksud dalam teks-teks tersebut sesuai konteks ruhani dan ilmiahnya.
Penulis juga membahas sejumlah konsep yang disalahpahami, seperti konsep kitmān (menyembunyikan) dan tingkatan-tingkatan khithab ruhani; ia menjelaskan perbedaan antara penyampaian syariat yang tidak boleh ada kitmān di dalamnya, dan ma‘ārif ruhani yang di dalamnya diperhatikan keadaan penerima dan kesiapsediaannya. Dalam bantahannya ia bersandar pada nash-nash Al-Qur’an al-Karim, sunnah Nabi, dan perkataan para ulama, dengan bertumpu pula pada sumber-sumber yang dikenal dalam fikih dan tasawuf.
Karya ini merupakan contoh yang jelas dari adab bantahan ilmiah dalam warisan sufisme; ia memadukan kekuatan hujah dengan kekokohan gaya, dan mencerminkan sisi dari upaya para Sufi scholars dalam membela tasawuf Sunni dan ajaran Syekh Ahmad al Tijani.Sebagaimana juga bermanfaat bagi para peneliti dalam mengkaji perdebatan seputar tasawuf serta dalam memahami satu sisi dari warisan Moroccan Sufism dan Islamic spirituality dalam konteks classical Islamic literature.