Notice bibliographique

عِقْدُ المَرْجَانِ المُوَجَّهُ إِلَى الشَّيْخِ مُحَمَّدٍ بْنِ سُلَيْمَان

Sidi Aḥmad ibn al-Ḥājj al-ʿAyyāshī SKIREDJ
Authentificateur :Muḥammad Errāḍī Guennūn

Description

Kitab ‘Iqd al-Marjān al-Muwajjah ilā al-Shaykh Muḥammad ibn Sulaymān dipandang sebagai salah satu risalah ilmiah yang disusun oleh al-‘allāmah al-qāḍī Sīdī Aḥmad Skīrj raḍiyallāhu ‘anhu, dalam konteks membela pokok-pokok (uṣūl) Tarekat Tijaniyah dan menjelaskan kaidah-kaidah izin yang sah dalam pemberian talqīn-nya.

Risalah ini terkait dengan suatu peristiwa ilmiah yang terjadi antara sang pengarang dan Syekh Muḥammad ibn Sulaymān al-Nadrūmī, seorang fakih-sufi dari penduduk Nadrūmah yang termasuk wilayah administratif (ʿamālah) Wahrān di Aljazair. Ia pada mulanya termasuk orang yang berafiliasi dengan Tarekat Darqāwiyah, lalu kemudian menyendiri dengan sebuah tarekat khusus yang dikenal dengan nama Sulaymāniyah. Ia kemudian mengklaim bahwa dirinya diberi izin oleh al-Ḥaḍrah al-Nabawiyah untuk memberikan talqīn atas beberapa tarekat sufi—di antaranya Tarekat Tijaniyah—di samping Qādiriyah dan Ṭayyibiyah.

Klaim ini menimbulkan keguncangan di kalangan para murid (murīdīn) Tijani di kawasan tersebut, karena tidak banyak dari mereka yang mampu menyanggahnya, mengingat apa yang ia klaim berupa ilmu, kewalian, dan kewenangan rohani (taṣarruf). Maka mereka mengangkat perkara itu kepada al-‘allāmah Sīdī Aḥmad Skīrj, yang saat itu baru saja menjabat sebagai qāḍī di Kota Wujdah; beliau pun menghadapi masalah ini dan menjelaskan letak kekeliruan dalam klaim tampil memimpin seluruh tarekat.

Dalam konteks ini, berlangsunglah berbagai surat-menyurat antara kedua pihak; di antaranya risalah ini yang berjudul ‘Iqd al-Marjān, yang diarahkan pengarang kepada syekh tersebut, menjelaskan di dalamnya kaidah-kaidah izin dalam Tarekat Tijaniyah, serta menegaskan bahwa talqīn-nya tidak sah kecuali dengan izin yang sah yang tersambung dengan sanadnya; dan tidak sah pula bila sang pemberi talqīn menghimpun antara talqīn Tijaniyah dan talqīn tarekat-tarekat lain dalam bentuk yang diklaim oleh orang yang disebutkan itu.

Teks ini merupakan dokumen penting dari dokumen-dokumen adab jadal (polemik) dalam khazanah sufi, karena menghimpun gaya risalah ilmiah, pemaparan ‘aqīdah, serta pengaturan organisasi yang terkait dengan tarekat. Ia juga termasuk dalam corpus tulisan yang membahas persoalan izin dan sanad dalam tarekat-tarekat sufi, terutama di lingkungan Tijaniyah di Maroko dan Aljazair pada awal abad keempat belas Hijriah.

Nilai kitab ini juga tampak dari kenyataan bahwa ia merupakan bagian dari surat-menyurat ilmiah yang lebih luas yang ditulis Sīdī Aḥmad Skīrj dalam bab ini; dan di antara yang paling masyhur adalah kitab beliau yang lain: Tanbīh al-Ikhwān ‘alā anna al-Ṭarīqah al-Tijāniyyah lā yulaqqinuhā illā man lahu idhn ṣaḥīḥ ṭūl al-azmān, sebuah karya yang diperluas dalam topik yang sama.

Dengan demikian, ‘Iqd al-Marjān merupakan sebuah model dari teks-teks pembelaan doktrinal dalam adab Tijani; ia juga menyoroti isu-isu izin rohani dan sanad talqīn di dalam Tarekat Sufi Tijani, serta menjadi sumber penting bagi para peneliti sejarah tasawuf Maghribi, pengorganisasian tarekat-tarekat sufi, dan warisan Syekh Aḥmad al-Tijānī raḍiyallāhu ‘anhu.

#الطريقة التجانية#Aḥmad al-Tijānī Sufi Order#الإذن في الطرق الصوفية#رسائل سيدي أحمد سكيرج#Tijani doctrinal defense#التصوف في المغرب والجزائر#Sufi authorization ijaza