Notice bibliographique
مَوْرِدُ الوُصُول، لِإِدْرَاكِ السُّولعَلَى حَلِّ كَمَالِ الصَّلَاهْ، عَلَى رَسُولِ اللَّهْ، عَلَى رُوحِهِ السَّلَام
Description
Kitab “Mawrid al-Wuṣūl li-Idrāk al-Su’ūl ʿalā Ḥall Kamāl al-Ṣalāh ʿalā Rasūl Allāh ʿalā Rūḥihi al-Salām” termasuk karya-karya istimewa sang ʿallāmah Sīdī Aḥmad Skīrij; ia merupakan syarah atas salawat “Jawharat al-Kamāl fī Madḥ Sayyid al-Rijāl”, yang dipandang sebagai salah satu zikir sentral dalam الوظيفة (al-Waẓīfah) di kalangan para masyāyikh Tijani.
Pengarang menyusun karya ini di kota Fās sebelum masa protektorat Prancis, dan mencetaknya dengan litografi pada tahun 1332 H/1914 M, ketika ia menjabat sebagai pengawas aḥbās (wakaf) Fās al-Jadīd. Kitab ini memantulkan satu sisi perhatian khusus yang pengarang curahkan kepada khazanah awrād dan salawat dalam Tarekat Tijaniyah, disertai upayanya menampakkan makna-makna serta isyarat-isyaratnya dalam sebuah syarah yang memadukan penjelasan ruhani dan perumusan sastra.
Pengarang memilih, dalam syarah ini, gaya yang unik dengan berpegang pada huruf-huruf مهملة, yakni huruf yang bebas dari titik; suatu pembatasan kebahasaan yang amat sulit dalam bahasa Arab. Tampaknya pilihan ini terpengaruh oleh ketenaran khutbah-khutbah tanpa titik, di antaranya khutbah yang dinisbatkan kepada Mawlānā ʿAlī ibn Abī Ṭālib yang dibuka dengan ucapannya: “Segala puji bagi Allah, Sang Raja Yang Terpuji…”. Pengarang juga menyebut, dalam sebagian dokumennya, bahwa karya ini diinspirasi dari “al-Haylalah al-Syarīfah” karena huruf-hurufnya مهملة, tidak bertitik; maka ia memilih membangun syarahnya di atas pola ini.
Kitab ini membahas penjelasan lafaz-lafaz Salat Jawharat al-Kamāl serta berbagai bagiannya, dari “Allāhumma ṣalli wa sallim” hingga ungkapan-ungkapan yang datang dalam penyifatan Nabi صلى الله عليه وسلم terkait dengan mata air rahmat ketuhanan, cahaya alam semesta, serta makna-makna hakikat dan maʿrifah. Melalui syarah ini tampak pemaduan antara makna penghambaan yang terkait dengan awrād Tijani, dan kemampuan kebahasaan yang tinggi yang memungkinkan pengarang menyusun sebuah teks utuh di bawah ikatan retoris khusus ini.
Dengan demikian, kitab ini dipandang sebagai contoh atas persilangan antara Islamic spirituality dan balāghah Arab klasik; dan sekaligus merupakan bagian dari warisan ruhani Tarekat Tijaniyah di Maroko. Ia menarik bagi para peneliti Moroccan Sufism, pengkaji syarah-syarah salawat dan awrād, serta peminat kekhasan penggubahan dalam classical Islamic literature.