Notice bibliographique
شبه رحلة إلى الجزائر
Description
Kitab “Semacam Perjalanan ke Aljazair” termasuk teks rihlah periode akhir dalam warisan sang ‘allāmah, al-qāḍī Sidi Ahmad Sukayrij al-Khazrajī al-Anṣārī; di dalamnya ia menuliskan perjalanannya yang berangkat pada hari Ahad, tanggal satu Dzulqa‘dah al-Ḥarām tahun 1359 H / 1 Desember 1940 M, dan berlangsung sekitar sepuluh hari. Ia berpindah dari Sattat ke Casablanca, lalu ke Rabat dan Fez; dari sana menuju ibu kota Aljazair melalui Oujda, Tlemcen, dan Sidi Bel Abbès. Perjalanan ini memiliki arti khusus karena merupakan perjalanan terakhir yang dibukukan oleh penulis, hanya empat tahun sebelum wafatnya.
Perjalanan ini berlangsung dalam konteks resmi, karena terkait dengan kehadiran pada pertemuan tahunan Jam‘iyyat Awqāf al-Ḥaramayn al-Sharīfayn, sebuah pertemuan yang diselenggarakan bergiliran di negara-negara Maghrib Arab. Di antara perkara terpenting yang menyibukkan forum itu pada tahun tersebut ialah persoalan penyadaran akan bahaya pergi haji akibat situasi Perang Dunia Kedua dan dampaknya berupa ancaman terhadap keamanan jamaah haji serta keselamatan transportasi laut. Dari sini, teks ini tidak terbatas sebagai kisah perjalanan dan perpindahan, melainkan menjadi kesaksian atas sebuah keadaan historis, politis, dan religius yang sangat peka di negeri-negeri Maghrib pada masa itu.
Teks ini juga menampakkan sisi fikih yang dikenal dari penulis dalam rihlah-rihlahnya; ia tidak mengabaikan pembahasan beberapa nawāzil dan perkara-perkara baru, seperti masalah fotografi, dan juga membahas zakat kharṭāl, seraya menghadirkan sebagian fatwanya yang terdahulu yang berkaitan dengan negeri Aljazair. Ini memberikan nilai tambahan bagi rihlah tersebut, karena menghimpun pengamatan perjalanan, perenungan fikih, dan interaksi dengan pertanyaan-pertanyaan zaman.
Adapun dari sisi sastra, kitab ini memuat beberapa penggalan, syair-syair, dan deskripsi yang hidup tentang peristiwa, majelis, dan tokoh-tokoh; sehingga teksnya dekat dengan adab rihlah klasik, yang di dalamnya kabar berpadu dengan pengamatan, dan deskripsi berpadu dengan ungkapan diri. Bagian pengantar telah menyinggung kenikmatan sastra yang ada dalam rihlah ini, serta syair-syair yang termuat di dalamnya, yang digubah dalam beragam konteks sepanjang perjalanan; hal itu mencerminkan kemahiran penulis dalam memadukan fungsi resmi perjalanan dengan penulisan sastra yang luhur.
Nilai karya ini semakin bertambah dari segi apa yang disingkapkannya mengenai jejaring hubungan yang dirajut penulis dengan para menteri, gubernur, tokoh-tokoh terkemuka, dan para pemegang pengaruh; dan dari segi apa yang dicatatnya berupa sikap-sikap pemikiran dan keilmuan, khususnya dalam hal yang terkait dengan hubungannya dengan sebagian kalangan Salafi di Aljazair, sikapnya terhadap ‘Abd al-Ḥamīd bin Bādīs dan murid-muridnya, serta beberapa perbedaan pemikiran yang muncul di dalam delegasi Maroko itu sendiri. Dengan demikian, kitab ini bermanfaat untuk mengkaji sejarah pemikiran dan keagamaan Maroko dan Aljazair; juga bermanfaat untuk menelusuri citra kaum Tijani dan ulama sufi pada satu momen yang peka dari momen-momen abad kedua puluh.
Jilid ini juga memuat sebuah mukadimah dan biografi penulis, serta sebuah kajian tentang kitab ini dan poros-polos pembahasannya; hal itu menjadikannya layak bagi para pembaca yang menaruh minat pada adab rihlah, sejarah kultural Maghrib Arab, hubungan keilmuan antara Maroko dan Aljazair, dan tulisan para ulama dalam perjalanan-perjalanan resmi; di samping para peneliti dalam Moroccan travel literature, North African Islamic scholarship, dan Tijani heritage.