
Notice bibliographique
رِمَاحُ حِزْبِ الرَّحِيمِ (ج1)
Description
Bagian pertama dari kitab Tombak-tombak Hizb ar-Raḥīm di Atas Tengkuk Hizb ar-Rajīm merepresentasikan sebuah pengantar fundamental untuk memahami salah satu karya terpenting dalam warisan keilmuan Tarekat Aḥmadiyyah Tijaniyyah, yakni kitab masyhur karya imam ‘ārif billāh, Sayyidi ‘Umar bin Sa‘īd al-Fūtī, salah seorang ulama tasawuf besar di Afrika Barat.
Edisi ini hadir dalam tahqīq ilmiah yang dilakukan oleh Muḥammad ar-Rāḍī bin asy-Syarīf Sayyidī Ḥamzah Kannūn al-Idrīsī al-Ḥasanī, sebagai kerja menyeluruh yang memadukan penelitian, tahqīq, tashḥīḥ, dan pembandingan dengan sumber-sumber, dengan tujuan menyajikan naskah yang terjaga ketepatannya guna melayani para peneliti dan para peminat warisan Tijaniyya.
Bagian ini memaparkan kerangka umum kitab “ar-Rimāḥ” sebagai sebuah ensiklopedi dalam penjelasan pokok-pokok Tarekat Tijaniyyah; di dalamnya dibahas pengenalan terhadap Syekh Abū al-‘Abbās Aḥmad at-Tijānī raḍiyallāhu ‘anhu, disertai pembicaraan tentang pertumbuhan keilmuannya serta pertemuan-pertemuannya dengan tokoh-tokoh pada masanya; kemudian pemaparan wirid-wirid tarekat, yang wajib dan yang tidak wajib, beserta syarat-syarat pengamalannya dan adab murid dalam menerima (talaqqī) dan menempuh sulūk.
Bagian ini juga menjelaskan latar belakang ilmiah penulisan kitab tersebut; sebab yang dimaksud bukan semata-mata membantah satu golongan dari kalangan para pengingkar, melainkan menyuguhkan pemaparan ilmiah yang menyeluruh yang menjelaskan hakikat jalan, serta meletakkan landasan bagi suatu pemahaman yang memadukan antara syariat dan hakikat dalam tradisi Islamic spirituality dan karya-karya Sufi scholars.
Dan bagian ini menyajikan pintu masuk yang penting untuk memahami bangunan pengetahuan Tarekat Tijaniyyah, sehingga menjadikannya teks yang asasi bagi para peneliti dalam Moroccan Sufism dan dalam warisan keilmuan tasawuf di dunia Islam.
Bagian kedua dari kitab Rimāḥ Ḥizb ar-Raḥīm melanjutkan penegasan sifat ensiklopedis karya besar ini karya Imam Sayyidī ‘Umar bin Sa‘īd al-Fūtī; di mana kitab berpindah dari pemaparan pokok-pokok tarekat menuju peletakan bangunan spiritual jalan (ṭarīq) di atas nash-nash Al-Qur’an al-Karim dan Sunnah Nabi.
Pengarang, dalam memaparkan persoalan-persoalannya, bertumpu pada metode ilmiah yang jelas: dimulai dengan teks Al-Qur’an, lalu mengiringinya dengan kutipan-kutipan dari para mufasir besar, sambil menghadirkan sejumlah tafsir yang diakui dalam khazanah Islam. Melalui itu ia menampakkan bahwa tarbiyah ruhani dalam tasawuf tidak terpisah dari ilmu tafsir, melainkan berdiri di atas pemahaman yang mendalam terhadap wahyu.
Dalam bagian ini juga tampak kehadiran ilmu hadis secara luas; karena pengarang mengutip nash-nash dari kitab-kitab ṣaḥīḥ, sunan, ma‘ājim, masānīd, serta syarah-syarahnya, yang mencerminkan formasi keilmuannya dan kemampuannya memadukan Hadith scholarship dengan bahasan-bahasan sulūk sufi.
Melalui bangunan ilmiah ini, kitab menjelaskan bahwa wirid-wirid dan zikir-zikir Tarekat Tijaniyyah bukan sekadar praktik-praktik ruhani, melainkan amalan-amalan yang berlandaskan nash-nash wahyu dan manhaj para ulama, dalam kerangka ilmiah yang menghimpun ketelitian syar‘i dan tarbiyah ruhani.
Bagian ketiga dari kitab Rimāḥ Ḥizb ar-Raḥīm ini melanjutkan bangunan keilmuan karya ensiklopedis tersebut, dengan menampakkan secara jelas hubungan yang erat antara fikih Islam dan ilmu-ilmu tasawuf dalam mazhab Tijānī.
Dalam bagian ini, penulis bertumpu pada beragam sumber fikih, menghadirkan empat mazhab, serta membahas persoalan-persoalan khilāf fikih dan pentingnya hal itu dalam menertibkan ijtihad dan menghormati pendapat yang lain. Melalui itu, ia menjelaskan bahwa tasawuf bukanlah wacana emosional yang semata-mata, melainkan suatu praktik ruhani yang berlandaskan kaidah-kaidah syariat.
Pada bagian ini pula tampak kehadiran yang luas dari sumber-sumber tasawuf klasik, dengan rujukan berulang kepada kitab Jawāhir al-Maʿānī sebagai salah satu referensi terpenting dalam tradisi Tijaniyya; di sana penulis membahas syarat-syarat ṭarīqah, wirid-wiridnya, sanad-sanadnya, dan adab-adab para murid.
Dengan demikian, kitab “Rimāḥ” menjadi lengkap sebagai rujukan yang memadukan fikih, tasawuf, dan penelitian ilmiah, serta menyajikan suatu model penulisan yang menghimpun antara syariat dan hakikat dalam bingkai tradisi Islamic spirituality.
Seri ini menghimpun, dalam tiga bagian, kitab Rimāḥ Ḥizb ar-Raḥīm ʿalā Nuḥūr Ḥizb ar-Rajīm karya imam yang ʿārif بالله, Sayyidī ʿUmar bin Saʿīd al-Fūtī; salah satu ulama tasawuf paling menonjol di Afrika Barat dan termasuk tokoh-tokoh besar ṭarīqah Aḥmadiyyah Tijānīyyah.
Edisi ini disajikan dalam sebuah tahqīq ilmiah yang dilakukan oleh Muḥammad ar-Rāḍī bin asy-Syarīf Sayyidī Ḥamzah Kannūn al-Idrīsī al-Ḥasanī, dengan tujuan menghadirkan teks ilmiah yang terverifikasi dan terjaga ketelitiannya, sehingga memungkinkan para peneliti dan pembaca menelaah salah satu karya Tijānī terpenting.
Karya ini tidak terbatas pada pembelaan terhadap ṭarīqah Tijānī, melainkan melampaui itu untuk menyajikan proyek pengetahuan yang ensiklopedis, yang menghimpun beragam disiplin, di antaranya:
• pengenalan ṭarīqah Tijānī, kaidah-kaidahnya, syarat-syaratnya, wirid-wiridnya, dan adab-adabnya.• pengaitan tasawuf dengan Al-Qur’an al-Karim dan ilmu-ilmu tafsir.• penalaran dengan hadis Nabi serta sumber-sumbernya dan syarah-syarahnya.
• bertumpu pada fikih Islam dan usulnya dalam menertibkan sulūk ruhani.• paparan luas mengenai rujukan-rujukan besar tasawuf dalam classical Islamic literature.
Dengan demikian, seri ini menjadi rujukan penting dalam kajian Tijaniyya, sekaligus menyajikan suatu model penulisan tasawuf ensiklopedis yang memadukan tahqīq ilmiah dan tarbiyah ruhani dalam tradisi Islamic spirituality.
Vidéos liées à cet ouvrage
Présentations filmées et vidéos d’accompagnement pour découvrir cet ouvrage plus facilement.
