Notice bibliographique
تِيجَانُ الغَوَانِي فِي شَرْحِ جَوَاهِرِ المَعَانِي
Description
«Tijan al-Ghawani fi Syarh Jawahir al-Ma‘ani» merepresentasikan sebuah ikhtiar ilmiah yang penting dari sang ‘allamah, qadhi, arif billah, Sidi Ahmad ibn al-Hajj al-‘Ayyashi Sukayrij, untuk mensyarah «Jawahir al-Ma‘ani wa Bulugh al-Amani», yakni kitab induk dalam tarekat Tijaniyah, yang paling masyhur di antara karya-karyanya dan yang paling luas pengaruhnya dalam karya-karya sesudahnya.
Karya ini bertolak dari kesadaran penulis akan tabiat «Jawahir al-Ma‘ani» sebagai sebuah teks majemuk yang memuat biografi Syekh Abu al-‘Abbas at-Tijani, surat-suratnya, fatwa-fatwanya, ucapan-ucapannya, serta menghimpun bahan-bahan dalam akidah, tafsir, hadis, fikih, tasawuf, adab, dan sirah. Dari sini tampak kebutuhan akan sebuah ta‘liq yang menjelaskan lafaz-lafaz, memudahkan sebagian ungkapan, dan mengangkat hal-hal yang mungkin menimbulkan kesukaran dalam pemahaman.
Dari latar penulisannya, tampak bahwa tujuan bukan semata-mata syarah lafzi, melainkan juga membantah fitnah orang-orang yang mengingkari dan meragukan, serta menjelaskan sisi yang benar pada tempat-tempat yang mungkin disalahpahami, seraya mengingatkan bahwa memahami teks induk menuntut peninjauan keterjalinan bagian-bagiannya, bukan memotong sebagian ungkapannya dari konteksnya. Ini memberikan nilai yang nyata bagi buku ini dalam ranah pembelaan ilmiah atas Tijaniyya dan dalam menjelaskan ajaran-ajaran Sufi dalam kerangka yang terjaga.
Walaupun karya ini tidak selesai, ia tetap menjadi dokumen ilmiah yang bermanfaat, lebih dari tiga ratus halaman, memuat bahan yang ditahqiq dan bernilai besar; di antaranya yang paling menonjol ialah biografi yang luas tentang penyusun «Jawahir al-Ma‘ani», Sidi ‘Ali Harazim Barrada, disertai pengutipan teks-teks dari ijazah-ijazahnya. Dengan demikian buku ini memiliki arti penting ganda: ia adalah syarah yang menjelaskan, sekaligus dokumen yang meneguhkan, yang berkontribusi pada pemahaman konteks Jawahir al Maʿani dan jejaring-jejaring ilmiahnya.
Karya ini dipandang sebagai rujukan penting bagi para peneliti Moroccan Sufism, turats Tijani, serta persoalan syarah, ta‘liq, penerimaan, dan ijazah; dan juga penting bagi setiap pembaca yang mengupayakan pembacaan yang lebih cermat terhadap teks induk dalam classical Islamic literature dan Islamic spirituality.