Notice bibliographique

غَايَةُ الْمَقْصُودِ بِالرِّحْلَةِ مَعَ سَيِّدِي مَحْمُودِ

Relations savantes

1 éléments

Sidi Aḥmad ibn al-Ḥājj al-ʿAyyāshī SKIREDJ
Authentificateur :Sīdī Muḥammad Errāḍī Guennūn

Description

Kitab «Puncak Maksud dalam Perjalanan bersama Sayyidī Maḥmūd» termasuk salah satu teks rihlah terpenting dalam warisan sang ‘allāmah, ‘ārif billāh, Sīdī al-ḥājj Aḥmad Sukayrij, karena memadukan nilai ilmiah, sufistik, sastra, dan historis sekaligus. Penulis menuliskan perjalanan ini dalam konteks mendampingi Sīdī Maḥmūd ibn Sīdī Muḥammad al-Bashīr ibn Sīdī Muḥammad al-Ḥabīb ibn al-Shaykh Sīdī Aḥmad al-Tijānī رضي الله عنه, dalam sebuah tur yang berlangsung sekitar empat puluh hari di sejumlah wilayah Maroko pada tahun 1329 H / 1911 M.

Perjalanan ini menyingkap satu tahap penting dari kehidupan penulis; pada waktu itu ia berusia tiga puluh empat tahun, memegang posisi terdepan dalam pengajaran di Jāmi‘ al-Qarawiyyīn di Fes, serta menjadi pengajar terkemuka dalam ilmu farā’iḍ. Perjalanan itu juga masih dekat masanya dengan wafatnya ayah dan gurunya, Sīdī Aḥmad al-‘Abdalāwī. Konteks ini memberikan pada teks dimensi personal dan ilmiah yang jelas, dan menjadikannya saksi atas kedudukan Sukayrij dalam kehidupan ilmiah dan Tijani di Maroko pada awal abad keempat belas Hijriah.

Dimensi sufistik tampak dominan secara nyata dalam perjalanan ini, karena ia pada dasarnya diarahkan untuk menziarahi zāwiyah-zāwiyah Tijani, bertemu para muqaddam dan tokoh-tokohnya, serta meninjau keadaan dan urusan-urusannya, disertai ziarah ke sejumlah makam yang terkait dengan tokoh-tokoh besar jalur ini. Karena itu, teks ini tidak sekadar menggambarkan perpindahan geografis antara kota-kota dan desa-desa, melainkan menggambar peta hidup kehadiran Tijani di Maroko, dan menyajikan bahan penting untuk memahami jejaring ruhani dan keilmuan yang mengatur ruang ini.

Di antara kekhasan paling menonjol dari kitab ini ialah wataknya yang kuat secara ilmiah; penulis bersungguh-sungguh menemui para ulama, meriwayatkan dari mereka, bermudzakarah dengan mereka, serta mengambil manfaat dari ijazah, catatan-catatan, dan kitab-kitab mereka. Bahkan perjalanan itu sendiri berubah menjadi majelis ilmu yang berpindah-pindah; orang-orang yang menyertainya menelaah teks-teks dalam nahwu, ‘arūḍ, dan selain keduanya. Karena itu kitab ini meraih nilai besar di mata para peneliti sejarah budaya Maroko, majelis-majelis ilmu, dan hubungan antara tasawuf dan ilmu formal dalam lingkungan al-Qarawiyyīn dan zāwiyah-zāwiyah.

Adapun dari sisi sastra, kitab ini termasuk salah satu teks rihlah Sukayrij yang paling kaya dengan syair, sampai-sampai bahan puitik membentuk bagian besar dari isinya. Penulis menetapkan di dalamnya qasidah-qasidahnya dan qasidah orang lain dalam madḥ, rithā’, waṣf, syair persahabatan, dan permohonan ijazah, hingga teks ini pada beberapa sisinya menjadi seperti khazanah sastra yang menyimpan syair sejumlah tokoh besar yang, seandainya bukan karena perjalanan ini, tidaklah sampai kepada kita dari syair mereka kecuali sedikit. Nilai ini kian bertambah dengan apa yang termuat dalam kitab: deskripsi kota-kota, inskripsi pada dinding-dinding dan pintu-pintu, biografi orang-orang, serta pengamatan sosial dan kultural yang rinci.

Pentingnya karya ini juga terletak pada kenyataan bahwa ia menyuguhkan gambaran luas tentang kehidupan ilmiah, sufistik, dan sosial di Maroko pada suatu masa peka dalam sejarahnya; serta memuat berita, faedah, dan pembahasan yang beragam, di antaranya pembahasan tentang al-Burdah, masalah diangkatnya ‘Īsā عليه السلام, serta biografi sejumlah besar ulama, sastrawan, asyraf, dan para tokoh terkemuka yang ditemui penulis sepanjang rute perjalanan. Karena itu, kitab ini tidak terbatas sebagai perjalanan internal semata, melainkan juga rujukan dalam Tijani heritage, dan Moroccan travel literature, dan Islamic scholarly networks, serta sejarah kultural Maroko.

#الرحلات التجانية في المغرب#Aḥmad SKIREDJ#غاية المقصود#Moroccan travel literature#Tijani heritage#التراجم والمجالس العلمية#Islamic scholarly networks