
Profile dossier
Muḥammad Errāḍī Guennūn
Author
Roles
1
Related corpus
23 books
Biographical notice
Videos by Professor Muhammad Erra?i Guennun
A curated preview from Professor Muhammad Erra?i Guennun's channel, with a dedicated page grouping all videos by topic.


La nisba et l'origine de la famille Skiredj
Une présentation consacrée à l'origine, à la nisba et à l'ancrage savant de la famille Skiredj.

Le rang du disciple : Pourquoi la discorde est un danger mortel dans la Voie ?

Secret de la généalogie du Shaykh Tijānī : Pourquoi est-elle "courte" ?

Peut-on prier derrière un Imām salarié ? L'avis de Shaykh Tijānī et des Mālikites

Commémoration de l'érudit Sīdī al-Ḥājj Laḥsan al-Damnātī al-Faṭwākī
Related books
23 booksBiographical notice
Profesor Sidi Mohamed Radi Genoune al-Idrissi al-Hassani adalah salah satu tokoh kontemporer paling penting dalam pelestarian dan penghidupan kembali warisan intelektual Tijani, terutama melalui karya-karyanya yang menonjol atas manuskrip-manuskrip dan tulisan-tulisan ulama besar sekaligus arif billah, Sidi Ahmad Skiredj.
Menurut kesaksian Ahmad ben Abdallah Skiredj, keluarga Skiredj telah lama menantikan terwujudnya sebuah pernyataan yang dinisbatkan kepada Sidi Ahmad Skiredj sebelum wafatnya: bahwa lima puluh tahun setelah kepergiannya, akan datang seseorang yang menghidupkan kembali buku-bukunya, mengeluarkannya ke hadapan publik, dan menyebarkannya di tengah masyarakat. Pada tahun 1995, tepat lima puluh tahun setelah wafatnya, Sidi Mohamed Radi Genoune datang untuk menerima dan mengerjakan manuskrip-manuskrip tersebut. Peristiwa ini dipandang banyak orang sebagai sebuah tanda yang luar biasa.
Setelah itu, ia memulai tugas berat untuk berhadapan langsung dengan manuskrip-manuskrip lama: mengeluarkannya, menjemurnya di bawah sinar matahari, melestarikannya, membacanya, dan menanganinya dalam kondisi yang rapuh, sering kali di tengah serangga, debu, dan kerusakan fisik. Ini adalah pekerjaan yang menuntut kesabaran, ilmu, dan pengabdian.
Nasab
Sidi Mohamed Radi Genoune berasal dari keluarga syarif Idrisi Hassani yang mulia. Nasabnya bersambung melalui rangkaian leluhur saleh hingga Moulay Idris al-Azhar, pendiri kota Fez, lalu kepada Moulay Idris al-Akbar, kemudian kepada Abdallah al-Kamil, lalu al-Hasan al-Muthanna, lalu al-Hasan al-Sibt, putra Imam Ali dan Sayyidatuna Fatima al-Zahra, putri Nabi Muhammad, semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya.
Dengan demikian, ia termasuk keluarga syarif Genoune / Kénouni yang berakar di wilayah Ouezzane, sebuah keluarga yang sejak lama dikenal karena kemuliaan, keilmuan, dan ketakwaannya.
Kelahiran dan masa tumbuh
Ia lahir pada 23 Shaʿban 1378 H / 3 Maret 1959 M di Ben Slimane, dekat Casablanca. Sebagian masa kecilnya dihabiskan di Tetouan, tempat ia belajar membaca dan menulis serta menghafal Al-Qur’an menurut riwayat Warsh dari Nafiʿ. Keluarganya kemudian pindah ke Rabat, tempat ia menempuh pendidikan dasar, menengah, dan tinggi secara teratur dan sistematis, hingga akhirnya meraih gelar-gelar universitas tingkat lanjut dalam studi Islam.
Ia juga belajar di Mauritania selama sekitar delapan tahun, tempat ia memperoleh kualifikasi lanjutan tambahan dan memperdalam latar belakang keilmuannya. Hal ini memberinya formasi yang luas dalam ilmu-ilmu Islam, spiritualitas, budaya manuskrip, dan keilmuan tradisional.
Guru-gurunya dan keterikatannya dengan jalan Tijani
Ia memasuki jalan Tijani pada tahun 1974, pada usia 15 tahun, melalui syarif faqih Sidi Mohammed ben Abdallah, muqaddam zawiya Tijani di Rabat. Satu detail simbolik sering disebut: namanya adalah nama terakhir yang ditulis dalam buku catatan tempat syekh tersebut biasa mencatat nama-nama orang yang menerima wird darinya.
Kemudian ia menjalin hubungan dekat dengan sejumlah ulama besar dan muqaddam Tijani, di antaranya:
• Sidi Haj Mohammed Zerhouni, imam zawiya Tijani di Rabat dekat makam Sidi Mohammed al-ʿArabi ben al-Sa’ih• Sidi Ahmad al-Shiyadmi• Sidi Haj Lhsen al-Fatwaqi, yang ia layani dan dampingi selama bertahun-tahun• Moulay Hassan al-Kattiri, salah seorang tokoh besar yang mencapai kematangan spiritual pada zamannya• Sidi Mohammed ben al-Mamoun al-Sibaʿi di Safi• Sidi Abdelqader ben Sidi al-Mahjoub al-Shuʿaybi al-ʿAbdi• Sidi Haj Mohammed Aqsbi• Sidi Mohammed al-ʿOmrati
Karena itu, hubungannya dengan Tijaniyya bukan sekadar formalitas. Hubungan itu dibangun melalui kebersamaan, pembinaan spiritual, transmisi langsung, dan hubungan panjang dengan tokoh-tokoh senior jalan tersebut.
Kepribadian dan profil keilmuannya
Mereka yang mengenalnya melihat dalam dirinya seorang yang berilmu luas, tekun, serius secara spiritual, terbuka secara intelektual, dan sangat produktif. Ahmad ben Abdallah Skiredj menggambarkannya sebagai seseorang yang penuh vitalitas dalam pikiran dan tindakan, selalu terbuka pada gagasan-gagasan baru, bahkan menghargai perangkat teknologi modern ketika hal itu bermanfaat bagi ilmu dan pelestarian.
Ia juga menghadapi kritik, kesalahpahaman, dan kecemburuan dari sebagian pihak, namun tetap melanjutkan pekerjaannya tanpa meninggalkan misi ilmiah besarnya. Dalam hal ini, ia menonjol sebagai sosok pengabdi, tangguh, dan setia pada warisan.
Perannya dalam menghidupkan kembali warisan Sidi Ahmad Skiredj
Salah satu aspek terpenting dari karya hidupnya adalah perannya yang sangat menentukan dalam kebangkitan modern warisan Sidi Ahmad Skiredj. Ia tidak hanya melestarikan manuskrip; ia mencarinya, menatanya, mempelajarinya, menyuntingnya, menerbitkannya, dan memperkenalkannya kepada para ulama dan pembaca.
Dalam banyak kasus, pekerjaan ini melibatkan penanganan manuskrip yang rusak karena usia, kelalaian, kelembapan, atau serangga. Karena itu, kontribusinya harus dipahami sebagai tindakan nyata pelestarian intelektual dan spiritual.
Karya-karyanya
Profesor Sidi Mohamed Radi Genoune telah menulis lebih dari 160 karya, termasuk:
• edisi kritis• komentar dan syarah• studi orisinal karyanya sendiri• penelitian sejarah dan spiritual• karya-karya tentang jalan Tijani• katalogisasi manuskrip dan pelestarian warisan
Produktivitas yang besar ini mencerminkan luasnya ilmunya, keluasan bacaannya, dan kedalaman komitmennya pada pengabdian akademik dan spiritual yang berkelanjutan.
Penutup
Profesor Sidi Mohamed Radi Genoune al-Idrissi al-Hassani berdiri sebagai salah satu tokoh kontemporer utama dalam pelestarian dan transmisi warisan Maroko dan Tijani. Sebagai keturunan dari garis nasab mulia, terdidik dalam keilmuan Islam, berakar secara spiritual dalam jalan Tijani, dan luar biasa produktif sebagai penulis dan editor, ia memainkan peran sentral dalam menyelamatkan dan menghidupkan kembali bagian besar dari warisan Sidi Ahmad Skiredj serta menjadikannya tersedia bagi generasi-generasi berikutnya.


















