Notice bibliographique

مُنْيَةُ المُرِيدِ

al-Tijani ibn Baba al-Alawi al-Shinqiti
Authentificateur :Muḥammad Errāḍī Guennūn

Description

Nazham ini termasuk salah satu matn yang diakui (mu‘tabar) dalam khazanah tarekat Tijaniyah; ia telah memperoleh perhatian besar dari para ulama dan sejarawan tarekat—berupa syarah, taqyīd (pencatatan), dan taḥliyah (penghiasan/penyuntingan)—yang menunjukkan kedudukan ilmiah dan praktisnya dalam ranah Tijani.

Pentingnya berpangkal pada kenyataan bahwa ia merupakan matn ringkas namun kokoh susunannya tentang masalah-masalah yang dibutuhkan seorang murīd, dengan hubungan langsung pada sisi amal dan sulūk, adab-adab thariqah, serta hukum-hukum aurād.

Materi yang dilampirkan bersama buku ini menampakkan betapa nazham ini mendapat penghargaan dari para pembesar ahli tarekat, khususnya dari sisi kandungannya yang memuat penetapan (taḥrīr) sebagian masalah praktis yang diperselisihkan di antara para syekh; seperti cara duduk dalam Jawharat al-Kamāl, jumlah dzikir pada sore hari Jumat, dan sebagian hal yang berkaitan dengan keutamaan Ṣalāt al-Fātiḥ limā Ughliq. Karena itu, nilai pokok buku ini bukan semata nilai sastra, melainkan juga nilai edukatif-organisatoris dalam fikih praktik di dalam Tijaniyya.

Sebagaimana tampak dari teksnya, karya ini merupakan rujukan awal yang mendorong sejumlah tokoh untuk mensyarahkannya; yang terdepan di antaranya Sayyidī Muḥammad al-‘Arabī ibn al-Sā’iḥ dalam Bughyat al-Mustafīd, lalu mereka yang datang sesudahnya dari kalangan pensyarah dan para pemerhati.

Hal ini menjadikan Munyat al-Murīd salah satu teks sentral dalam classical Islamic literature yang khusus bagi tarekat, serta salah satu pintu masuk yang bermanfaat untuk memahami Tijani Sufi Order dari sisi syarat-syarat amal, adab-adabnya, dan tradisi-tradisi praktisnya.

Kian menambah pentingnya buku ini ialah isyarat-isyarat yang termuat di dalamnya tentang sang penyusun nazham sendiri, sang ‘allāmah dan sastrawan, Sayyidī Aḥmad ibn Bābā al-‘Alawī al-Shinqīṭī, dan tentang kedudukannya di lingkungan ilmiah Tijani; sehingga matn ini terhubung dengan konteks ilmiah dan ruhaniahnya.

Karena itu, buku ini bermanfaat bagi murīd, bagi peneliti khazanah Tijani, dan bagi peminat kitab-kitab sulūk dan aurād; sebagaimana bermanfaat pula bagi pengkaji sejarah matn-matn pengajaran dalam Sufism di wilayah Barat dunia Islam.

Singkatnya, buku ini adalah matn ringkas namun sangat berpengaruh; ia menghimpun antara keringkasan, keluwesan susunan, dan pengabdian bagi praktik Tijani; karena itu ia layak tetap hadir dalam majelis-majelis pelajaran, syarah, dan pemeliharaan.

#منية المريد#الطريقة التجانية#فقه الطريقة التجانية#Aḥmad al-Tijānī#Tijāniyya#Sufi teachings#أوراد وآداب السلوك