Profile dossier

Al-Aḥsan al-Baʿqīlī

Author

Roles

1

Related corpus

2 books

Biographical notice

Related books

2 books

Biographical notice

Biografi

Sidi Lahcen Baaqili, yang nama lengkapnya adalah Sidi al-Ahsan Ben Mohamed Ben Abi al-Jama‘a al-Baaqili, merupakan salah satu figur ilmiah dan ruhani utama Tijaniyya di wilayah Souss dan di Maroko secara lebih luas pada abad kedua puluh. Ia dikenal karena pembentukan keilmuan yang kokoh, kejernihan pandangan ruhani yang mendalam, serta produktivitasnya yang besar dalam bidang tasawuf, tafsir Al-Qur’an, hadis, fikih, usul fikih, dan teologi.

Masa Awal dan Nasab

Ia dilahirkan di Igdi, di kabilah Idaoubaqil di wilayah Souss, pada 1301 H / 1881.

Nasabnya bersambung kepada wali al-Hajj Belqassem, yang wafat pada 971 H dan diakui sebagai leluhur keluarga-keluarga syarif di kabilah Baaqila. Silsilahnya juga terhubung dengan Ahl al-Bayt Nabawi melalui al-Hasan ibn Ali dan Fatima al-Zahra, sehingga memberi keluarganya kedudukan agama dan sosial yang terhormat.

Pendidikan

Ia belajar kepada beberapa ulama terkemuka di Souss. Ia memulai dengan Sidi Ahmed al-Mafamani, lalu berpindah ke madrasah Iligh, tempat ia belajar kepada ulama yang dikenal, Abu al-Qasim at-Tajarmounti. Ia kemudian melanjutkan di madrasah Bouabdeliya bersama ahli fikih Sidi al-Mahfoud al-Adouzi.

Selanjutnya ia pergi ke madrasah Tazentout di wilayah Idaoutanan, tempat ia belajar kepada Sidi Ahmed al-Bouzouki. Gurunya mempercayakan kepadanya, ketika ia masih belum genap tujuh belas tahun, tanggung jawab mengajar, menyampaikan khutbah, dan memimpin salat, yang menunjukkan besarnya kepercayaan yang diberikan kepadanya sejak usia dini.

Kemudian ia belajar untuk waktu singkat di madrasah Ikhlij di Ourika di bawah bimbingan Sidi Ali al-Masfiwi, lalu menetap di Aït Wafqa untuk melanjutkan studinya bersama ulama besar Sidi Mas‘oud al-Wafqawi. Setelah itu, ia melakukan perjalanan ke Fez dan melanjutkan studinya selama sekitar satu tahun di al-Qarawiyyine.

Keterhubungan dengan Thariqah Tijaniyya

Sidi Lahcen Baaqili memasuki Tijaniyya pada 1321 H melalui gurunya, Sidi Ali al-Masfiwi, ketika usianya sekitar dua puluh tahun. Ia juga menerima thariqah dari beberapa otoritas Tijani besar lainnya, di antaranya:

Sidi Haj Hussain Ifrani

Sidi Mahmoud, cucu Sīdī Aḥmad al-Tijānī

Sidi Abdallah al-Qashash

dan sahabat dekatnya Sidi Ali al-Isaki

Ia memperoleh manfaat secara khusus dari Sidi Haj Hussain Ifrani, yang memberinya izin penuh, dan dari Sidi Mahmoud, cucu sang syekh pendiri, yang menunjukkan kepadanya perhatian dan keistimewaan tertentu.

Karya-karya

Sidi Lahcen Baaqili menulis banyak karya dalam tasawuf, tafsir Al-Qur’an, hadis, fikih, usul-usul hukum, dan akidah. Di antara tulisan-tulisannya yang paling dikenal ialah:

Ira’at ‘Ara’is Shumus Falak al-Haqa’iq al-‘Irfaniyya

Ash-Shurb as-Safi min al-Karam al-Kafi ‘ala Jawahir al-Ma‘ani

Maqasid al-Asrar, sebuah karya tafsir dalam lima jilid

An-Nafha ar-Rabbaniyya fi at-Tariqa at-Tijaniyya

Sebagian karya-karyanya telah diterbitkan, sementara yang lain masih berbentuk manuskrip.

Profil Intelektual dan Spesialisasi

Tulisan-tulisannya terutama ditandai oleh karakter tasawuf yang autentik dan oleh kedalaman dalam tema-tema yang berkaitan dengan riyadah ruhani, adab, zuhud, ahwal, maqamat, dan hakikat-hakikat batin. Ia memiliki kemampuan menonjol untuk menjelaskan konsep-konsep ruhani yang halus dengan jelas dan menyajikannya dengan cara yang dapat dipahami oleh berbagai pembaca.

Ia juga mengembangkan metode yang khas dalam membela thariqah Tijani, dengan menulis bantahan-bantahan rinci terhadap para pengkritik dan menjawab dengan tegas disertai dalil dan argumentasi.

Karyanya At-Tiryâq liman fasada qalbuhu wa mizajuhu kerap disebut sebagai contoh kuat dari aspek ini dalam kesarjanaannya.

Masa dan Kedudukannya di Kalangan Ulama Tijani

Sidi Lahcen Baaqili hidup pada suatu masa yang sering dipandang sebagai salah satu era paling produktif dalam sejarah Tijani, dari segi pengajaran, penulisan, dan pembelaan terhadap tarekat. Sebagian penulis kemudian bahkan menggambarkannya sebagai masa keemasan Tijaniyya.

Ia sezaman dengan tokoh-tokoh besar seperti:

Sidi Mohamed al-Arabi Ben Sayeh

Sidi Haj Hussain Ifrani

Sidi Ahmed Skiredj

Sidi Mohamed Lahjouji

Sidi Mahmoud Ben al-Matmatiya

Para ulama ini bekerja secara saling melengkapi, disatukan oleh penghormatan timbal balik dan komitmen bersama untuk mengabdi kepada jalan tersebut.

Wafat

Beliau berpulang pada pukul satu malam menjelang hari Jumat, 10 Syawwal 1368 H, setelah menjalani kehidupan yang dipenuhi kesarjanaan, pengajaran, dan khidmah ruhani. Usianya 67 tahun saat wafat.

Kepergiannya diratapi oleh para ulama dan para tokoh ruhani, dan penyair Sidi Daoud Ben Abdelmounim ar-Rasmouki at-Tiyouti menggubah sebuah elegi untuk menghormatinya, yang mencerminkan kedudukannya yang menonjol.

Warisan

Sidi Lahcen Baaqili meninggalkan warisan besar yang bersifat ilmiah, ruhani, dan doktrinal. Ia tetap menjadi salah seorang pengarang terkemuka dalam tradisi Tijani, dikenang karena kedalaman pandangannya, kejernihan penjelasannya, dan sumbangsih utamanya dalam merumuskan, menata, dan membela ajaran-ajaran Tijani.

Galerie photographique de Sīdī Lahcen Baaqili