
Sidi al-Arabi al-Alami al-Lahyani
Profile dossier
Sidi al-Arabi al-Alami al-Lahyani
Author
Roles
1
Related corpus
2 books
Biographical notice
Related books
2 booksBiographical notice
Biography
Sidi Mohamed Arbi Alami Lahyani, yang nama lengkapnya adalah Sidi Mohamed al-Arabi Ben Idriss Ben Mohamed Ben al-Arabi Ben Omar al-Alami al-Lahyani, adalah salah seorang ulama terkemuka di Fez dan salah satu figur penting Tarekat Tijaniyya pada abad kesembilan belas. Ia memadukan keilmuan formal, kemahiran dalam qirā’ah al-Qur’an, dan tahqīq rohani, yang menempatkannya pada kedudukan istimewa di kalangan ulama dan para sufi pada zamannya.
Early Life
Ia dilahirkan pada tahun 1226 H / 1811 M di Fez, di rumah keluarganya yang terletak di Derb at-Twil, dekat zawiya milik ulama Sidi Mohamed Ben al-Hassan Bennani, yang dikenal karena syarahnya atas az-Zurqani.
Ia tumbuh dalam lingkungan keilmuan dan pengabdian ini, kemudian menghafal al-Qur’an dengan cermat menurut tujuh qirā’ah kanonik di bawah bimbingan ulama Sidi Idriss Ben Abdallah al-Wadghiri, yang dikenal sebagai al-Bakraoui.
Education
Setelah menghafal al-Qur’an, ia memasuki al-Qarawiyyine, tempat ia belajar kepada sejumlah ulama terkemuka di Fez. Di antara guru-gurunya yang paling menonjol adalah:
Sidi Mohamed Badr ad-Din al-Hammoumi
Sidi Mohamed al-Amin az-Zizi al-Hassani al-Alawi
Abu al-Hassan Ali at-Tassouli
Abu al-Hassan Allal al-Marini
Sidi Mohamed Ben Abd ar-Rahman al-Filali al-Hajrati
Sidi Mohamed at-Talib Ben al-Hajj
Sidi Ahmed Bennani Kalla
Sidi at-Talib Ben Abd ar-Rahman as-Sarraj
Sidi Idriss Ben Abdallah al-Bakraoui
Sidi Abu Bakr Ben Kiran
Pembinaan ilmiah yang kuat ini meneguhkannya sebagai salah seorang tokoh berilmu yang diakui pada generasinya.
Connection to the Tijaniyya Order
Sidi Mohamed Arbi Alami Lahyani adalah salah satu figur besar dalam Tijaniyya. Ia menerima thariqah beserta ijazah-ijazahnya dari beberapa otoritas Tijani yang penting.
Ia mula-mula menerimanya dari muqaddam Sidi Abi Ya‘za Ben al-Khalifa al-Wasita Sidi Haj Ali Harazem Barrada, yang memberinya sebuah ijazah yang penting.
Kemudian ia diberi ijazah untuk kedua kalinya oleh الشريف yang diberkahi Sidi Mohamed al-Ghali Abu Talib pada malam Ahad, 17 Jumada al-Thaniya 1240 H.
Setelah itu ia menerima ijazah ketiga dari quthub yang masyhur, Sidi Haj Ali at-Tamasini, atas perintah Sidi Mohamed al-Habib, putra Sīdī Aḥmad al-Tijānī. Ia sendiri menuliskan untuknya sebuah rekomendasi khusus, yang mengizinkannya mengangkat lima puluh muqaddam dengan ijazah terbatas yang tidak dapat diwariskan (non-transmissible). Dokumen ini dikirim kepadanya di Fez melalui Sidi Ahmed al-Abdallaoui.
Kemudian ia menerima ijazah keempat dari muqaddam yang dikenal luas, Sidi Mohamed Ben Abdelouahed Bennani al-Masri.
Banyaknya ijazah ini mencerminkan kepercayaan luar biasa yang diberikan kepadanya oleh para tokoh terkemuka tarekat.
Scholarly and Spiritual Influence
Ia memadukan ilmu agama, pengetahuan rohani, dan pengarahan sufistik. Kehidupannya menggambarkan kesatuan tradisi keilmuan formal al-Qarawiyyine dengan pijakan yang mendalam dalam jalan Tijani. Dengan cara ini, ia menjadi salah seorang yang membantu menguatkan kehadiran tarekat di wilayahnya.
Settlement in Zerhoun
Belakangan ia berpindah dari Fez ke wilayah Zerhoun, dan menetap di desa Moussaoua. Di sana ia melanjutkan aktivitas dan pengaruh rohaninya hingga akhir hayatnya.
Death
Ia wafat di rumahnya di Moussaoua pada malam Sabtu, 15 Jumada al-Thaniya 1320 H / 19 September 1902, dan dimakamkan di sana.
Maqamnya kemudian menjadi terkenal dan dikunjungi untuk tabarruk, menunjukkan penghormatan yang langgeng dan ingatan spiritual yang melekat pada namanya.
Legacy
Sidi Mohamed Arbi Alami Lahyani meninggalkan warisan ilmiah sekaligus warisan rohani. Namanya tetap terkait dengan tradisi keilmuan Fez, warisan pengajaran al-Qarawiyyine, dan penyebaran Tijaniyya di beberapa wilayah Maroko. Ia terus dikenang sebagai salah satu figur yang dihormati dalam sejarah keagamaan dan intelektual tersebut.
