21/3/20266 min readFR

Dafʿ al-Wasan bi-Ijazat al-Sultan Mawlay Abd al-Hafiz ibn al-Hasan: Sebuah Ijazah Tijani yang Menjadi Tonggak oleh Sidi Ahmed Skiredj

Skiredj Library of Tijani Studies

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan salawat, salam, dan karunia yang melimpah kepada junjungan kita Muhammad, keluarga beliau, dan para sahabat beliau.

Di antara karya-karya penting ulama besar Tijaniyah dan arif billah, Sidi Ahmed ibn al-Hajj al-Ayyashi Skiredj al-Khazraji al-Ansari, terdapat sebuah kitab istimewa berjudul Dafʿ al-Wasan bi-Ijazat al-Sultan Mawlay Abd al-Hafiz ibn al-Hasan. Teks ini bukan sekadar ijazah dalam pengertian formal. Ia juga merupakan dokumen transmisi ruhani, silsilah keilmuan, dan kasih sayang yang mendalam antara seorang guru dan salah seorang muridnya yang paling menonjol.

Bagi para pembaca yang tertarik pada buku-buku Sidi Ahmed Skiredj, ijazah-ijazah Tijaniyah, Mawlay Abd al-Hafiz dan Tijaniyah, atau mata rantai ruhani klasik Tijaniyah, karya ini adalah judul penting untuk diketahui.

Sebuah Kitab yang Berporos pada Ijazah Tijani yang Khusus

Kitab ini berputar pada ijazah yang diberikan Sidi Ahmed Skiredj kepada mantan sultan Mawlay Abd al-Hafiz ibn Mawlay al-Hasan. Karena keluasan dan kekayaannya, Skiredj memberinya judul Dafʿ al-Wasan, sebuah nama yang mengisyaratkan karya yang mampu menyingkirkan rasa berat dan membangunkan perhatian ruhani.

Ia bukan sertifikat singkat. Ia adalah teks yang berbobot, di mana penulis merekam transmisi, keberkahan, otorisasi-otorisasi ruhani, serta sejumlah faedah devosional pilihan.

Mawlay Abd al-Hafiz dan Cintanya kepada Sidi Ahmed Skiredj

Sumber tersebut menampilkan Mawlay Abd al-Hafiz sebagai sosok yang memiliki cinta besar kepada Sidi Ahmed Skiredj. Sebelum mengambil wird Tijani, ia telah menghabiskan masa yang cukup panjang untuk mencari mursyid yang tepat di antara كبار رجال الطريقة, para tokoh besar dalam jalan Tijaniyah. Pada akhirnya, pencarian ruhaninya berlabuh pada Sidi Ahmed Skiredj, yang pada diri beliau ia mendapati kedermawanan, bimbingan, dan keyakinan.

Ia memusatkan perhatiannya kepada beliau, menyerahkan dirinya kepada beliau, dan pada akhirnya menerima jalan Tijaniyah melalui tangan beliau.

Sebuah Penglihatan Sebelum Inisiasi

Salah satu unsur yang paling mencolok yang terkait dengan kisah ini adalah mimpi yang mendahului masuknya Mawlay Abd al-Hafiz ke dalam jalan Tijaniyah.

Menurut sumber tersebut, ia melihat dalam mimpi seorang laki-laki dengan rupa yang elok: berkulit cerah, bertubuh pendek, dengan janggut pirang. Sosok ini mendatanginya di Paris, tempat Mawlay Abd al-Hafiz tinggal, menyapanya dengan hangat, dan menyerahkan kepadanya sebuah tasbih yang terbuat dari kayu bidara. Lalu mimpi itu berakhir.

Sekitar sebulan kemudian, Sidi Ahmed Skiredj melakukan perjalanan ke Prancis untuk kunjungan pribadi, dan dengan pengaturan Ilahi ia bertemu Mawlay Abd al-Hafiz di Paris. Begitu mantan sultan itu melihat beliau, ia diliputi sukacita, karena ia mengenali pada diri beliau orang yang sama yang telah ia lihat dalam mimpi.

Sumber itu menggambarkan pertemuan tersebut terjadi di majelis sejumlah sahabat tercinta di Paris. Mawlay Abd al-Hafiz berdiri, menyambut Skiredj dengan kehangatan besar, memeluk beliau, dan mengucapkan kata-kata yang bermakna: “Seakan-akan dialah orang itu.” Skiredj menjawab dengan ungkapan yang bermakna: “Adakah keraguan mengenai Allah?”

Pertemuan ini menjadi titik balik. Setelah menjelaskan syarat-syarat jalan Tijaniyah dan menerima komitmen Mawlay Abd al-Hafiz terhadapnya, Sidi Ahmed Skiredj menginisiasikannya ke dalam Tijaniyah.

Lebih daripada Inisiasi: Otorisasi Formal pada Masa Berikutnya

Bertahun-tahun setelah inisiasi ini, Sidi Ahmed Skiredj tidak berhenti pada talqin awal. Beliau kemudian menganugerahkan kepada Mawlay Abd al-Hafiz sebuah ijazah yang lebih penuh dan lebih terperinci, yang menjadi pokok kitab ini.

Itulah sebabnya Dafʿ al-Wasan begitu bernilai. Ia memelihara bukan hanya fakta transmisi, melainkan juga bentuk otorisasi yang matang yang diberikan oleh seorang ulama besar Tijaniyah kepada seorang mantan penguasa yang memasuki jalan itu melalui pencarian yang tulus.

Apa Saja yang Dikandung Kitab Ini

Kitab ini penting karena ia melampaui biografi atau seremoni.XXXXX

Teks ini mencakup beberapa lapisan materi spiritual dan keilmuan.

1. Rantai-Rantai Transmisi Skiredj

Salah satu ciri utama ijaza ini ialah bahwa Sidi Ahmed Skiredj mencatat rantai-rantai transmisinya. Di antaranya terdapat rantai tingginya yang masyhur, dikenal sebagai Rantai Emas, yang bersambung:

dari Sidi Ahmed Skiredj

kepada faqih yang diberkahi, Mawlay Ahmad al-Abdalawi

kepada kutub agung, Sidi al-Hajj Ali al-Tamassini

kepada junjungan kami Abu al-Abbas Sīdī Aḥmad al-Tijānī

Hal ini saja sudah memberi kitab tersebut nilai yang luar biasa bagi para penuntut ilmu tentang sanad Tijani, silsilah spiritual, dan transmisi tradisional.

2. Faedah-Faedah Devosional, Doa-Doa, dan Dzikir

Sumber tersebut juga mencatat bahwa ijaza ini memuat sebuah kumpulan faedah, wirid/permohonan (invocations), shalawat atas Nabi, dan dzikir. Ini berarti kitab itu bukan semata-mata bersifat arsip. Ia juga bersifat praktis dan devosional.

3. Otorisasi Khusus yang Terkait dengan Nama Teragung

Di antara unsur ijaza yang paling menonjol adalah dicantumkannya Nama khusus yang agung yang terhubung dengan maqām Sang Utusan Allah, semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya. Skiredj memberi otorisasi kepada Mawlay Abd al-Hafiz untuk membacanya menurut bilangan tertentu, dan hal ini muncul pada bagian akhir ijaza.

Rincian ini menjadikan karya tersebut sangat penting, khususnya dalam dunia transmisi esoteris Tijani dan wirid-wirid yang diotorisasi.

Tanggal Ijaza

Sumber menyatakan bahwa ijaza ini bertarikh Rajab 1346 H / 1927 M. Tanggal itu menempatkannya pada periode matang dalam kehidupan keilmuan dan spiritual Sidi Ahmed Skiredj, yang menambah bobot dan otoritasnya.

Ia juga menempatkan dokumen ini dalam sebuah momen yang bermakna secara historis, menghubungkan seorang ulama Tijani besar asal Maroko dengan seorang mantan sultan yang hidup dalam pengasingan, dipersatukan melalui ikatan jalan (ṭarīqah).

Mengapa Kitab Ini Penting

Kitab ini penting karena beberapa alasan.

Pertama, ia menawarkan pandangan yang langka dan intim tentang hubungan antara Sidi Ahmed Skiredj dan Mawlay Abd al-Hafiz.

Kedua, ia melestarikan sebuah contoh berharga dari ijaza Tijani yang memadukan transmisi spiritual, sanad keilmuan, dan bimbingan devosional.

Ketiga, ia membantu para pembaca memahami bagaimana jalan Tijani diterima bukan hanya oleh para ulama dan para murid umum, tetapi juga oleh sosok-sosok berpangkat politik tinggi yang mendekatinya melalui pencarian yang tulus.

Keempat, ia menyingkap salah satu saluran transmisi yang hidup dalam tradisi Tijani Maroko, khususnya melalui Rantai Emas.

Akhirnya, ia menjadi rujukan penting bagi siapa pun yang menelaah dokumen-dokumen inisiasi Tijani, manuskrip-manuskrip Skiredj, atau sejarah keilmuan Tijani di Maroko.

Sebuah Karya yang Diterbitkan dan Disunting untuk Kemanfaatan Kaum Ahmadis

Sumber itu menutup dengan mencatat bahwa teks ijaza ini telah disunting, dicetak, dan diterbitkan, dengan harapan agar semua Ahmadis dapat mengambil manfaat darinya.

Itulah penutup yang layak bagi karya semacam ini. Dafʿ al-Wasan bi-Ijazat al-Sultan Mawlay Abd al-Hafiz ibn al-Hasan bukan sekadar sebuah karya historis. Ia adalah dokumen transmisi yang hidup, saksi atas keakraban spiritual, dan sebuah khazanah bagi mereka yang ingin memahami kedalaman warisan Tijani melalui tulisan-tulisan Sidi Ahmed Skiredj.

Bagi siapa pun yang menelusuri warisan tertulis Skiredj, peran Mawlay Abd al-Hafiz dalam jalan Tijani, atau makna ijaza dalam ilmu-ilmu Islam tradisional dan tarekat-tarekat spiritual, kitab ini layak mendapat perhatian yang saksama.

+++

Terjemahan ini mungkin mengandung ketidakakuratan. Versi rujukan bahasa Inggris dari artikel ini tersedia dengan judul Dafʿ al-Wasan bi-Ijazat al-Sultan Mawlay Abd al-Hafiz ibn al-Hasan: A Landmark Tijani Ijaza by Sidi Ahmed Skiredj