21/3/20266 min readFR

Daw’ al-Zalam fi Madh Khayr al-Anam: Pujian Bercahaya Sidi Ahmed Skiredj kepada Nabi

Skiredj Library of Tijani Studies

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya.

Di antara karya-karya indah dari ulama Tijani besar dan ‘ārif billāh, Sidi Ahmed ibn al-Hajj al-Ayyashi Skiredj al-Khazraji al-Ansari, adalah sebuah kitab berjudul Daw’ al-Zalam fi Madh Khayr al-Anam—Cahaya yang Mengusir Kegelapan dalam Pujian bagi Sebaik-baik Makhluk.

Karya ini tampil sebagai contoh yang baik dari syair pujian kepada Nabi, dan ia mencerminkan kedalaman cinta Skiredj kepada Sang Utusan Allah, semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya. Bagi para pembaca yang tertarik pada kitab-kitab Sidi Ahmed Skiredj, syair pujian Islam, literatur madih Nabi Muhammad, atau tulisan-tulisan devosional Tijani, kitab ini adalah sebuah judul yang berharga dan mengesankan.

Sebuah Kumpulan Syair Pujian bagi Nabi

Kitab ini merupakan kumpulan puisi pujian bagi Nabi Muhammad, semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya. Sidi Ahmed Skiredj menyusunnya menurut huruf-huruf alfabet Arab, sehingga memberi karya ini struktur sastra yang jelas dan tatanan yang elegan.

Setiap puisi terdiri dari sepuluh bait, dan keseluruhan kumpulan memuat dua puluh sembilan dekade (kelompok sepuluh bait). Format ini menampakkan disiplin sekaligus penguasaan artistik. Ia juga menunjukkan bahwa sang penulis tidak sekadar menuliskan larik-larik devosi secara spontan, melainkan menyusun dengan metode, keseimbangan, dan ketelitian sastra.

Salah satu bagian pembuka mengekspresikan nada karya ini dengan keindahan yang mencolok:

Keindahanmu, wahai sebaik-baik makhluk, membuat akal tercengang,

Dan dengan cahayamu, kegelapan alam-alam menjadi terang.

Tubuhmu adalah cahaya; tiada tandingan bagimu terlihat di bumi,

Sungguh, di seluruh wujud, tiada yang serupa denganmu dijumpai.

Baris-baris ini menunjukkan dengan jelas bahwa kitab ini termasuk dalam tradisi mulia pujian penuh cinta kepada Nabi, tempat takzim, rasa gentar, keindahan, dan teologi bertemu dalam bentuk puitik.

Sebuah Kitab yang Mencerminkan Komitmen Mendalam Skiredj terhadap Pujian Nabi

Kumpulan ini merupakan bagian dari perhatian besar yang Sidi Ahmed Skiredj curahkan kepada pujian Nabi di sepanjang tulisan-tulisannya. Ia tidak memandang pujian kepada Nabi sebagai latihan sastra sekunder. Ia memperlakukannya sebagai sebuah medan ibadah, penyucian adab, pembelajaran, dan ungkapan spiritual.

Dalam puisi-puisi ini, Skiredj menampakkan keluasan bakatnya dalam syair pada umumnya, dan dalam madih nabawi pada khususnya. Ia menguraikan dengan panjang lebar tentang akhlak mulia Nabi Muhammad, semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya, serta tentang kesempurnaan, kemuliaan, keagungan, kewibawaan, dan keunggulan sifat-sifat beliau.

Tujuan penulis bukanlah menciptakan kebesaran bagi Nabi, melainkan merayakan sesuatu yang memang sudah tak terukur. Sang Utusan Allah adalah pribadi yang Allah sendiri gambarkan di dalam Al-Qur’an dengan firman-Nya:

“Sesungguhnya engkau benar-benar berada di atas budi pekerti yang agung.”

Ayat itu saja sudah menjadi fondasi bagi segala pujian yang tulus. Nabi, semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya, tidak membutuhkan pujian makhluk agar ditinggikan. Kedudukannya telah ditegakkan oleh pujian Sang Pencipta. Namun memuji beliau tetap merupakan salah satu perbuatan cinta dan dzikir yang paling mulia.

Mengapa Kitab Ini PentingXXXXX

Daw’ al-Zalam fi Madh Khayr al-Anam penting karena beberapa alasan.

Pertama, ia melestarikan sebuah teladan halus dari syair pujian Islam tradisional yang ditulis oleh salah seorang ulama besar tradisi Tijani.

Kedua, ia menunjukkan bagaimana keindahan sastra dapat melayani pengabdian. Skiredj tidak sekadar menggambarkan Nabi. Ia menuntun pembaca memasuki kekaguman, perenungan, dan sikap penuh takzim.

Ketiga, kitab ini memberi pembaca modern sebuah jendela menuju dunia emosional dan spiritual kesarjanaan Muslim klasik, di mana cinta kepada Nabi tidak bersifat abstrak. Ia diungkapkan dalam syair, pengajaran, zikir, dan pengabdian yang dihayati.

Keempat, karya ini menegaskan kedudukan istimewa sang pengarang dalam ranah kesusastraan pujian kepada Nabi, di mana kemahiran bahasa dan ketulusan cinta harus berjalan beriringan.

Nabi sebagai Realitas Sakral yang Wajib Dimuliakan

Ruh kitab ini berakar pada sebuah prinsip Islam yang jelas: Rasul Allah, semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya, termasuk di antara realitas-realitas sakral terbesar yang kaum beriman diperintahkan untuk memuliakannya.

Allah berfirman:

“Barang siapa mengagungkan hal-hal yang sakral milik Allah, maka itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya.”

Dari sudut pandang ini, memuji Nabi bukanlah sekadar preferensi sastra. Ia merupakan bagian dari memuliakan apa yang telah Allah jadikan mulia. Inilah sebabnya syair-syair Skiredj sarat dengan pengagungan, keindahan, dan ungkapan yang terjaga. Ia menulis dengan kesadaran bahwa ia sedang berbicara tentang makhluk yang paling dimuliakan.

Sebuah Karya yang Diakui oleh Ulama Lain

Pentingnya kitab ini juga tampak dari perhatian yang diterimanya dari para ulama sesudahnya. Sidi Ahmed Skiredj sendiri menyebutkan dalam karya lain, Al-Tarsif fima li-Mu’allifihi min al-Tasnif, bahwa ulama Sidi Muhammad ibn al-Tayyib ibn al-Husayn al-Wujdi, mantan qadhi di Oujda, menaruh minat untuk menjelaskan syair-syair ini.

Ia mulai menulis sebuah syarah atasnya pada masa penahanannya di Fez, meskipun ia tidak mampu menyelesaikannya. Rincian ini saja sudah menunjukkan bahwa kitab tersebut dipandang layak untuk disyarahi dan direnungkan, bukan sekadar dilantunkan.

Skiredj juga mencatat bahwa pembacaan karya ini pernah diuji di hadapan para penderita demam dan didapati bermanfaat bagi kesembuhan. Ia menambahkan bahwa tidak ada yang akan mengingkari perkara-perkara semacam itu di kalangan orang-orang yang memiliki pemahaman spiritual, kecuali orang bodoh, atau orang yang berpura-pura bodoh.

Catatan ini menempatkan kitab tersebut bukan hanya dalam kategori sastra, tetapi juga dalam dunia yang lebih luas dari teks-teks devosional dan yang bermanfaat secara ruhani.

Gaya, Keindahan, dan Fungsi Spiritual

Salah satu ciri menonjol Daw’ al-Zalam adalah bahwa ia memadukan:

struktur sastra,

ketulusan devosional,

ketakziman teologis,

dan kegunaan spiritual.

Ia bukan sekadar buku untuk dikagumi di rak. Ia adalah karya untuk dibaca, dilantunkan, direnungkan, dan dicintai. Bait-baitnya dirancang untuk membangunkan cinta kepada Nabi, memperdalam penghormatan terhadap akhlaknya, dan mengingatkan pembaca akan kedudukannya yang tiada banding.

Bahasa Skiredj kaya, namun tujuannya jelas: menarik hati menuju Rasul Allah.

Sebuah Kitab Berharga bagi Para Pecinta Nabi

Siapa pun yang mengkaji Sidi Ahmed Skiredj, kesusastraan devosional Tijani, atau syair pujian klasik bagi Nabi Muhammad akan mendapati karya ini sangat berharga. Ia cukup singkat untuk mudah didekati, namun cukup kaya untuk layak dibaca berulang-ulang.

Bagi para pembaca yang mencari kitab-kitab yang memadukan cinta, pengetahuan, keterampilan bersyair, dan ketakziman, Daw’ al-Zalam fi Madh Khayr al-Anam adalah pilihan yang indah.

Ia, dalam setiap makna, adalah sebuah kitab cahaya: cahaya bahasa, cahaya cinta, dan cahaya yang diarahkan kepada sosok yang melaluinya Allah menerangi hati dan alam.

Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam yang melimpah kepada junjungan kita Muhammad, keluarga beliau, dan para sahabat beliau.

+++

Terjemahan ini mungkin mengandung ketidakakuratan. Versi rujukan bahasa Inggris dari artikel ini tersedia dengan judul Daw’ al-Zalam fi Madh Khayr al-Anam: Sidi Ahmed Skiredj’s Luminous Praise of the Prophet