Skiredj Library of Tijani Studies
Di antara karya-karya rujukan besar dalam tarekat Tijani, Jawahir al-Ma‘ani menempati posisi sentral. Ia bukan sekadar klasik yang dihormati. Bagi banyak penempuh jalan, pelajar, dan peneliti, ia adalah sumber utama berbahasa Arab untuk memahami ajaran-ajaran, transmisi, dan kerangka ruhani jalan Tijani. Karena kedudukan itu, mutu teks sangatlah penting. Edisi yang andal bukanlah kemewahan. Ia adalah sebuah keniscayaan.
Inilah tepatnya mengapa pertanyaan itu diajukan: apa yang membedakan edisi terverifikasi Jawahir al-Ma‘ani milik kami dari versi-versi cetak lain yang diterbitkan di Beirut, Mesir, dan tempat-tempat lainnya?
Jawabannya lugas. Edisi kami disiapkan berdasarkan perbandingan manuskrip yang luas dan serius. Ia tidak dihasilkan dari satu salinan saja, dan bukan pula dari cetak ulang seadanya atas teks yang sudah beredar. Sebaliknya, ia ditegakkan melalui kajian terhadap empat belas saksi manuskrip, termasuk dua naskah yang ditulis dengan tangan pengarang sendiri, sang ‘arif billah,
Sidi al-Hajj Ali Harazem Barrada al-Fasi.XXXXX
Bersamaan dengan itu, terdapat pula salinan-salinan lain yang terkait dengan sebagian ulama Thariqah Tijaniyyah yang paling masyhur dan paling teliti.
Mengapa *Jawahir al-Ma‘ani* Menjadi Kitab Rujukan Nomor Satu dalam Thariqah Tijaniyyah
Sebuah kitab dasar harus melakukan lebih daripada sekadar menjaga kata-kata. Ia harus mentransmisikannya dengan tepat. Dalam kasus *Jawahir al-Ma‘ani*, tuntutan ini lebih penting lagi karena karya tersebut menempati kedudukan yang begitu tinggi dalam keilmuan dan pengamalan Tijaniyyah. Teks yang berfungsi sebagai rujukan untuk memahami akidah, adab, orientasi rohani, dan ucapan-ucapan Sang Syekh tidak boleh diperlakukan dengan sembrono.
Karena itu, setiap penyajian *Jawahir al-Ma‘ani* yang sungguh-sungguh harus dimulai dengan pertanyaan tentang integritas teks. Tidak semua edisi cetak setara. Tidak semua salinan mencerminkan tingkat ketelitian yang sama. Dan tidak semua reproduksi mempertahankan lafaz karya asli dengan kesetiaan yang sama.
Sebuah Edisi Terverifikasi yang Dibangun di atas Empat Belas Manuskrip
Kerja kritis kami atas *Jawahir al-Ma‘ani* bertumpu pada empat belas salinan yang berbeda. Hal ini saja sudah membedakannya dari banyak edisi cetak yang bersandar pada saksi yang lebih sedikit atau mereproduksi kesalahan-kesalahan warisan tanpa مراجعة yang memadai.
Yang paling penting, di antara empat belas salinan itu terdapat dua manuskrip yang ditulis oleh tangan Sidi al-Hajj Ali Harazem sendiri, penulis kitab tersebut. Ini memberikan edisi tersebut tingkat otoritas yang tidak boleh diabaikan.
Selain itu, kami menelaah salinan-salinan yang dinisbatkan kepada sebagian ulama tradisi Tijaniyyah yang paling dikenal dan paling tepat, orang-orang yang masyhur karena ketelitian, kedalaman pemahaman, dan ضبط yang cermat atas teks.
Nilai Utama Salinan Sidi Ahmed Skiredj dan Sidi Mohamed Lahjouji
Di antara saksi-saksi terpenting yang digunakan dalam proses verifikasi adalah salinan dua ulama besar:
Sidi Ahmed ibn al-Hajj al-Ayyashi Skiredj, qadhi dan ulama masyhur pada masanya, dan Sidi Mohamed Lahjouji, penghafal dan ulama yang dikenal luas.
Ini bukan salinan biasa. Kedua ulama tersebut membetulkan banyak kesalahan ejaan yang terdapat dalam manuskrip-manuskrip sebelumnya. Mereka juga mempertahankan bentuk yang benar dari banyak nama orang, nama tempat, dan istilah teknis. Lebih dari itu, salinan mereka memuat tanda-tanda yang jelas tentang revisi, pemurnian, dan perbandingan yang cermat.
Karena alasan ini, dua salinan ini berdiri—tanpa pesaing yang nyata—sebagai dua teks yang kokoh dan saling melengkapi. Setiap peneliti serius yang bekerja atas *Jawahir al-Ma‘ani* hampir tidak mungkin menghindari untuk bersandar kepada keduanya dan mengikuti arahnya.
Apa yang Membuat Edisi Ini Lebih Akurat daripada Versi Cetak Terdahulu
Karena ia bersandar pada saksi manuskrip yang paling kuat dan karena ia dipersiapkan melalui proses verifikasi yang sengaja dan terukur, edisi cetak kami termasuk yang paling akurat dan paling stabil yang tersedia hari ini.
Kekuatan edisi ini terletak pada dua hal sekaligus. Pertama, ia sebagian besar bebas dari jenis-jenis kesalahan tekstual yang menimpa banyak edisi lain. Kedua, ia berlandaskan pada sumber manuskrip yang paling sahih sebagaimana disebutkan di atas.
Edisi-edisi cetak terdahulu, baik dari Beirut, Mesir, maupun tempat lainnya, tidak bebas dari distorsi, penambahan, dan kesalahan penyalinan. Kesalahan dalam teks rujukan tidak pernah tidak berbahaya. Ia memengaruhi pembacaan terhadap teks itu sendiri. Ia dapat mengubah makna, mengacaukan nama-nama, melemahkan ketepatan, dan menyesatkan pembaca.
Bagaimana Kesalahan Para Penyalin Mengubah Banyak Versi Cetak
Bagian besar dari masalah ini bersumber dari mutu para penyalin dan para perawi yang tidak merata. Tidak semua juru tulis memiliki tingkat pengetahuan, kecermatan, dan pengalaman yang sama.
Sebagian tidak berpengalaman, terbatas pemahamannya, dan lemah dalam transmisi. Sebagian lain terampil, mampu, dan sangat waspada.
Dalam menelaah tradisi manuskrip *Jawahir al-Ma‘ani*, seseorang dapat mengamati banyak masalah penyalinan yang sudah dikenal. Kadang seorang penyalin mengganti satu huruf dengan huruf lain yang mirip bentuknya tetapi berbeda titik-titiknya. Kadang ia meninggalkan ruang kosong ketika ia tidak memahami sebuah kata, dengan maksud akan kembali kemudian dan melengkapinya, dan kadang ia tidak pernah kembali. Kadang ia menghilangkan sebuah huruf atau sebuah kata. Kadang ia menjatuhkan satu baris penuh ketika pandangan mata tergelincir ke baris berikutnya. Pada waktu lain ia terjatuh ke dalam pengulangan, menyalin kata atau baris yang sama dua kali.
Ini mengingatkan kepada pengamatan terkenal al-Jahiz dalam *Kitab al-Hayawan*-nya: sebuah kitab yang berpindah melalui banyak tangan dan disalin lebih dari sekali dapat berubah menjadi kitab yang sama sekali lain.
Teladan Sidi Ahmed Skiredj sebagai Penyalin dan Verifikator Ulung
Perbedaan di antara para penyalin itu sungguh nyata. Sebagian kurang kedalaman dan pengalaman, tetapi sebagian lain mencapai tingkat kecakapan yang mengagumkan.
Sidi Ahmed Skiredj adalah contoh utama dari kategori kedua ini. Berdasarkan apa yang saya amati sendiri, ia menyalin dengan tangannya sendiri lebih dari lima puluh kitab dari rujukan-rujukan besar thariqah Muhammadiyyah Tijaniyyah kami. Bahkan pada usia tua, ia memiliki kemampuan untuk mendeteksi kesalahan cetak yang tersembunyi di antara ratusan baris.
Kewaspadaan semacam ini amat penting ketika seseorang berurusan dengan sebuah kitab rujukan yang mendasar. Mencetak ulang sebuah teks adalah satu perkara. Memahaminya, membandingkan saksi-saksinya, dan mengidentifikasi di mana lafaznya telah dirusak oleh kelalaian adalah perkara yang lain.
Berapa Banyak Kesalahan yang Terdapat dalam Edisi Cetak Terdahulu?
Edisi-edisi yang sebelumnya dicetak di Beirut, Mesir, dan tempat lainnya tidak bebas dari kesalahan. Secara umum, kesalahan-kesalahan itu tidak selalu merusak teks secara katastrofik, namun tetap cukup signifikan untuk diperhitungkan.
Berdasarkan keakraban yang mendalam dengan edisi-edisi tersebut, rata-rata mereka memuat antara tiga sampai empat kesalahan per halaman. Pada sebagian halaman, jumlah kesalahan meningkat melampaui delapan.
Bagi pembaca sambil lalu, ini mungkin tampak kecil. Bagi seorang penempuh yang serius, seorang pengajar, atau seorang peneliti, hal itu sama sekali tidak kecil. Ketika sebuah karya dibaca untuk bimbingan rohani, ditransmisikan untuk pengajaran, dan dipakai sebagai rujukan tekstual, bahkan kesalahan-kesalahan kecil pun menumpuk menjadi masalah yang serius.
Mengapa Murid yang Serius Harus Membaca Salinan yang Sahih dan Lengkap
Lebih baik bagi murid yang tulus untuk bersandar, dalam pembacaan dan suluk rohaninya, pada sebuah salinan yang sahih, lengkap, dan dilengkapi dengan sarana-sarana ketepatan, kebenaran, dan keseimbangan.
Itulah tepatnya yang dituju oleh edisi terverifikasi ini untuk disediakan.
Ini tidak dikatakan karena kesombongan atau promosi diri. Ini dikatakan demi amanah ilmiah dan nasihat yang tulus kepada saudara-saudari Tijaniyyah kami. Ketika sebuah kitab sedemikian penting, kejujuran menuntut untuk menyatakan dengan jelas edisi mana yang disiapkan dengan kehati-hatian paling besar.
Edisi yang Terbukti dan Banyak Diminta
Sambutan kuat terhadap edisi terverifikasi ini menegaskan manfaatnya. Karena permintaan yang berulang, ia telah dicetak ulang empat kali selama lima tahun terakhir. Sebagian besar eksemplar itu juga telah didistribusikan di luar Maroko, terutama di negara-negara Afrika, di Asia Tenggara, dan di Eropa.
Sekali lagi, ini tidak disebutkan untuk bermegah-megahan. Ini disebutkan sebagai bagian dari kejujuran intelektual dan sebagai nasihat bagi mereka yang menginginkan edisi Arab *Jawahir al-Ma‘ani* yang dapat diandalkan.
*Jawahir al-Ma‘ani* dalam Bahasa Arab: Sebuah Kitab yang Layak Mendapat Kesetiaan Tekstual
Jika *Jawahir al-Ma‘ani* disajikan sebagai kitab rujukan nomor satu thariqah Tijaniyyah, maka ia layak dibaca dalam versi yang mencerminkan martabat itu. Sebuah kitab dasar tidak sepatutnya didekati melalui teks yang dilemahkan ketika teks yang lebih kuat tersedia.
Sebuah edisi terverifikasi yang berlandaskan pada empat belas manuskrip—termasuk saksi-saksi penulis serta salinan-salinan cermat para ulama Tijaniyyah besar seperti Sidi Ahmed Skiredj dan Sidi Mohamed Lahjouji—memberikan pijakan yang jauh lebih kokoh bagi pembaca. Ia mengurangi kerusakan akibat penyalinan. Ia memulihkan nama-nama dan istilah-istilah dengan benar. Ia menghindari banyak distorsi yang terdapat dalam salinan-salinan cetak terdahulu. Dan ia melayani baik keilmuan maupun pembacaan rohani dengan kesetiaan yang lebih utuh.
Bagi pembaca *Jawahir al-Ma‘ani* dalam bahasa Arab yang tulus, ketepatan tekstual adalah bagian dari adab.XXXXX
Dan untuk sebuah kitab dengan martabat seperti ini, adab semacam itu memanglah satu-satunya yang patut.
Allah adalah Pemberi taufik.
++++