21/3/20269 min readFR

Karya Kami dalam Melestarikan Warisan Para Ulama Tijani: Kisah di Balik Skiredj Library of Tijani Studies: Dari Sebuah Amanah Suci hingga Katalog Digital yang Hidup

Skiredj Library of Tijani Studies

Temukan kisah di balik Skiredj Library of Tijani Studies: sebuah amanah keilmuan, transmisi keluarga, dan sebuah katalog digital yang hidup yang melestarikan warisan tertulis Tijaniyyah.

Karya Kami dalam Melestarikan Warisan Para Ulama Tijani: Kisah di Balik Skiredj Library of Tijani Studies: Dari Sebuah Amanah Suci hingga Katalog Digital yang Hidup

Skiredj Library of Tijani Studies lebih daripada sebuah katalog buku. Ia adalah wujud lahiriah dari sebuah amanah keilmuan yang panjang, sebuah transmisi keluarga, dan sebuah kerja devosi yang dipikul lintas generasi. Di situs resminya, proyek ini memperkenalkan dirinya sebagai sebuah platform warisan multibahasa yang menghimpun buku-buku, para pengarang, artikel, video, dan sumber-sumber dokumenter demi pelayanan terhadap kajian Tijani, serta sebagai gerbang hidup untuk membaca, riset, penelusuran bibliografis, dan penemuan terkurasi. Perpustakaan digital ini saat ini mencantumkan 154 karya yang tersedia dalam katalog daringnya. (tijaniheritage.com)

Karena itu, menggambarkan perpustakaan ini hanya sebagai sebuah basis data akan luput dari hakikatnya yang sejati. Ia juga sebuah kisah: kisah manuskrip-manuskrip yang dipelihara, diamanahkan, dipulihkan, disunting, diterjemahkan, dan dibawa ke zaman kini melalui kesetiaan yang tidak lazim dan persahabatan ilmiah yang mengagumkan.

Sebuah Perpustakaan yang Bermula sebagai Amanah

Di jantung kisah ini berdiri warisan ulama besar Maroko dan ‘ārif billāh, Sidi Ahmad ibn al-Hajj al-‘Ayyashi Skiredj. Perpustakaan ini secara eksplisit mengidentifikasi dirinya dengan nama dan warisannya, menggambarkannya sebagai salah satu tokoh terkemuka dalam keilmuan Tijani, sementara katalog itu sendiri mencakup kumpulan karya yang luas darinya dan dari para pengarang utama tradisi Tijani. (tijaniheritage.com)

Namun, kisah katalog ini bukan sekadar bahwa buku-buku lama itu bertahan. Melainkan bahwa buku-buku itu dijaga dengan sengaja, di bawah beban sebuah amanah.

Menurut transmisi keluarga dan keilmuan yang terpelihara seputar korpus ini, putra langsung sang ulama terkenal itu, almarhum Sidi Abdelkrim Skiredj, menyatakan dalam wasiatnya bahwa sebelum wafat, ayahnya telah mengamanahkan buku-buku itu kepadanya dan memintanya untuk menjaganya dengan sangat hati-hati karena nilainya amat berharga. Kepadanya dikatakan bahwa setelah lima puluh atau enam puluh tahun, seseorang akan datang untuk mengambilnya kembali dan mengerjakan naskah-naskah itu.

Dalam narasi ini, buku-buku itu bukan sekadar benda warisan.Mereka adalah warisan yang menunggu.

Pemulihan Kitab-Kitab

Apa yang terjadi sesudahnya dikenang sebagai salah satu episode paling mencolok dalam sejarah modern warisan ini.

Setelah selang waktu yang panjang itu, dikatakan bahwa Profesor Sidi Mohamed Erradi Guennūn melihat sang ulama Skiredj dalam mimpi, yang memerintahkannya agar pergi kepada putranya Kabir di Casablanca dan mengambil kitab-kitab itu. Pada waktu itu, kitab-kitab tersebut memang berada dalam pemeliharaan Sidi Mohamed Kabir, cucu Sidi Abdelkrim Skiredj dan pewaris amanah keluarga.

Riwayat itu lebih lanjut menuturkan bahwa pada malam yang sama, Sidi Mohamed Kabir juga melihat kakeknya dalam mimpi, yang memperingatkannya dengan ketegasan yang tidak biasa bahwa pada hari berikutnya seorang syarif, seorang keturunan Nabi, akan datang kepadanya, dan bahwa ia harus menyambutnya dengan semestinya serta memberikan kepadanya apa yang ia cari.

Keesokan paginya, pada jam yang luar biasa dini, Profesor Guennūn datang ke rumahnya.

Rincian ini penting dalam penuturan ulang karena Sidi Mohamed Kabir bukanlah orang yang mudah dijangkau. Ia pernah menjabat sebagai duta besar Maroko untuk Mesir dan telah belajar selama bertahun-tahun bersama mendiang Raja Hassan II. Bahkan di dalam keluarganya sendiri, ia dikenal karena kepatutan yang ketat dan sikap resmi yang berjarak. Namun ketika ia membuka pintu pagi itu, ia dikenang memeluk Profesor Guennūn dan mengatakan, pada intinya, bahwa sejak wafatnya kakeknya — ketika ia sendiri masih muda — ia tidak pernah melihatnya lagi, dan bahwa melalui tamu ini ia kini telah melihatnya sekali lagi.

Tak lama kemudian, sebuah truk dipanggil, dan kitab-kitab itu diangkut ke Rabat.

Dari Manuskrip ke Karya Ilmiah

Katalog yang kini dapat dilihat secara daring merupakan bagian dari ikhtiar penyuntingan yang jauh lebih panjang.

Perpustakaan resmi menampilkan dirinya bukan hanya sebagai rak judul-judul, melainkan sebagai sebuah lingkungan yang tertata bagi kitab-kitab, para pengarang, seri, biografi, karya-karya terjemahan, dan penelusuran dokumenter. Katalog itu mencakup karya-karya besar berbahasa Arab, karya-karya terjemahan, kajian biografis, pembelaan atas tarekat Tijani, serta beberapa judul berbahasa Inggris yang didedikasikan bagi keyakinan, praktik, dan sejarah Tijāniyyah. (tijaniheritage.com)

Namun sebelum struktur yang tampak itu ada, terdapat tahap lebih awal yang ditandai oleh kerja berat. Menurut riwayat yang ditransmisikan di balik proyek ini, Profesor Guennūn bekerja berbulan-bulan di tengah himpunan manuskrip yang sangat besar, dengan sumber daya komputasi yang amat terbatas menurut ukuran masa itu. Dalam masa upaya yang melelahkan itu, dikatakan bahwa ia kembali melihat sang ulama Skiredj dalam mimpi, yang mengatakan kepadanya agar tidak khawatir, karena ia akan mengirimkan kepadanya putranya.

Apa yang kemudian terjadi, dalam narasi yang sama, adalah masuknya ke dalam kisah ini mendiang Profesor Sidi Ahmed ibn Abdallah Skiredj.

Pertemuan Dua Insan Pengabdi

Perpustakaan daring itu menjelaskan bahwa Profesor Ahmed Ibn Abdallah Skiredj dan Sidi Mohamed Erradi Guennūn termasuk di antara para penjaga ilmiah utama dari proyek yang ada sekarang. Katalog itu sendiri memuat banyak karya terjemahan yang terkait dengan Profesor Ahmed Ibn Abdallah Skiredj, khususnya dalam bahasa Prancis dan Inggris, sementara Sidi Mohamed Erradi Guennūn juga tampil sebagai pengarang dan penyunting dalam struktur bibliografis perpustakaan. (tijaniheritage.com)

Di dalam ingatan keluarga yang mengitari proyek ini, pertemuan antara kedua tokoh ini tidak digambarkan sebagai sesuatu yang kebetulan. Profesor Ahmed ibn Abdallah Skiredj berasal dari garis keluarga Skiredj, menempuh tarekat Tijani melalui pamannya Sidi Abderrahman Skiredj, saudara sang ulama besar itu, dan sejak lahir dibesarkan dalam cinta kepada paman buyutnya, Sidi Ahmad Skiredj. Bahkan nama pertamanya, Ahmed, dikenang sebagai sebuah penghormatan kepada ulama termasyhur itu.

Sejak pertemuan itu, dimulailah sebuah perjalanan ilmiah dan editorial yang panjang.

Proyek itu tidak lagi semata-mata mengenai penjagaan manuskrip-manuskrip tua. Ia menjadi pekerjaan mengetik, menyunting, memberi anotasi, menerjemahkan, menerbitkan, dan pada akhirnya menjadikan warisan ini tersedia demi kemaslahatan umat manusia.

Semangat itu masih dapat dilihat dalam perpustakaan hari ini. Situs itu tidak disusun sebagai daftar komersial acak, melainkan sebagai platform warisan yang dikurasi dengan koleksi, para pengarang, karya-karya terjemahan, seri biografis, dan penataan dokumenter. (tijaniheritage.com)

Katalog yang Merepresentasikan Sebuah Misi

Hari ini, perpustakaan digital itu menggambarkan dirinya sebagai gerbang bagi riset dan penemuan bibliografis, dan katalog itu secara nyata merentang beberapa bahasa serta bidang tematik. Laman resmi saat ini menunjukkan 154 karya tersedia, sembari juga menatanya menurut bahasa, pengarang, dan seri, termasuk karya-karya Arab, karya-karya terjemahan, kajian biografis, dan buku-buku berbahasa Inggris yang didedikasikan untuk menjelaskan tarekat Tijani kepada pembaca yang lebih luas. (tijaniheritage.com)

Hal ini penting karena Perpustakaan Skiredj tidak sekadar melestarikan satu pengarang. Ia melestarikan sebuah dunia intelektual.

Seorang pembaca yang memasuki katalog tidak hanya menemukan teks-teks devosional. Ia juga menemukan:

karya-karya rujukan Tijani yang mendasar,

sastra biografis,

penjelasan doktrinal,

karya-karya pembelaan,

korespondensi,

perjalanan-perjalanan ilmiah,

sastra puitis,

manual-manual terjemahan,

serta buku-buku penjelasan modern dalam bahasa Inggris dan Prancis.

Dalam pengertian itu, katalog tersebut bukan semata daftar judul. Ia adalah peta sebuah peradaban ilmu.

Peran Mendiang Profesor Ahmed Skiredj

Katalog yang ada sekarang memperlihatkan peran Profesor Ahmed Ibn Abdallah Skiredj secara khusus dalam ranah terjemahan. Situs itu mencantumkan namanya pada judul-judul besar berbahasa Prancis dan Inggris, termasuk buku-buku tentang tarekat Tijani, wirid-wiridnya, misinya, fikihnya, dan kehidupan Syekh Sīdī Aḥmad al-Tijānī. (tijaniheritage.com)

Dalam riwayat yang ditransmisikan di balik proyek ini, sebelum wafat ia telah membantu memulai penerbitan lebih dari 160 buku yang terkait dengan tarekat Tijani. Angka itu termasuk dalam perjalanan editorial yang lebih luas sebagaimana dikenang oleh mereka yang paling dekat dengan proyek ini, sekalipun katalog daring kini menampilkan hitungannya sendiri yang terkini atas karya-karya yang tersedia dalam bentuk digital. Yang paling penting adalah skala kerja itu: mendiang profesor tidak sekadar menerjemahkan teks-teks. Ia membantu mengubah warisan manuskrip yang rapuh menjadi sebuah korpus ilmiah yang dapat dibaca, tersusun, dan dapat ditransmisikan.

Itulah salah satu sebab katalog ini layak dibaca sebagai sebuah capaian warisan, bukan sekadar inventaris.

Kerja Berlanjut Profesor Sidi Mohamed Erradi Guennūn

Perpustakaan resmi juga menunjukkan kehadiran yang terus bertahan dari Sidi Mohamed Erradi Guennūn sebagai pengarang dan kontributor ilmiah pada banyak entri dalam katalog. (tijaniheritage.com)

Dalam kisah yang terpelihara seputar proyek ini, ia tampil bukan hanya sebagai penyunting atau bibliografer, melainkan sebagai orang yang mula-mula memulihkan kitab-kitab yang diamanahkan itu, lalu melanjutkan, dengan keteguhan dan kerendahan hati, pekerjaan menata dan menerbitkannya. Setelah wafatnya Profesor Ahmed Skiredj, misi itu tidak berhenti. Ia berlanjut.

Kesinambungan ini adalah salah satu hal terpenting untuk dipahami tentang katalog itu. Ia bukan monumen yang statis. Ia adalah ikhtiar ilmiah yang hidup.

Mengapa Katalog Ini Penting Melampaui Komunitasnya

Bagi sebuah mesin pencari, sebuah katalog mungkin pada mulanya tampak sebagai metadata yang terstruktur. Namun bagi pembaca yang serius, Perpustakaan Skiredj jauh melampaui itu.

Ia penting karena menghimpunkan:

ingatan manuskrip,

transmisi keluarga,

penyuntingan ilmiah,

akses multibahasa,

dan sebuah visi dokumenter yang padu tentang tradisi Tijani.

Deskripsi situs resmi itu sendiri menegaskan ambisi yang lebih luas ini: ia adalah sebuah platform untuk membaca, riset, penelusuran bibliografis, dan penemuan dokumenter, bukan sekadar etalase atau serpihan arsip.(tijaniheritage.com)

Itulah tepatnya jenis sinyal yang membantu memosisikan sebuah situs sebagai platform rujukan ensiklopedis, bukan sekadar repositori yang terpisah.

Dan inilah sebabnya kisah di balik katalog itu layak dituturkan. Ia menganugerahkan kepada perpustakaan kedalaman yang manusiawi, ilmiah, dan historis, yang tak akan pernah dapat disampaikan oleh daftar judul yang gundul semata.

Katalog sebagai Kelanjutan Hidup dari Sebuah Amanah Kenabian

Setiap perpustakaan besar memiliki kisah asal-usul.

Sebagian bermula dari patronase kerajaan.Sebagian dari penaklukan.Sebagian dari para kolektor pribadi.Sebagian dari universitas.

Yang ini, menurut riwayat yang dijaga oleh para pengelolanya, bermula dari sebuah amanah, sebuah peringatan, sebuah masa penantian, dua mimpi, sebuah kunjungan pada dini hari, lalu bertahun-tahun kerja ilmiah yang dipikul oleh dua orang yang bekerja berdampingan: Profesor Sidi Mohamed Erradi Guennūn dan almarhum Profesor Ahmed ibn Abdallah Skiredj.

Itulah yang memberi katalog ini kepadatan moral yang tidak lazim.

Ia bukan sekadar daftar buku.Ia adalah kelanjutan dari sebuah mandat.

Kesimpulan

Perpustakaan Skiredj untuk Kajian Tijani sepatutnya dipahami bukan hanya sebagai katalog digital, melainkan sebagai hasil yang tampak dari transmisi ilmiah dan kekeluargaan yang panjang. Platform resminya kini menghadirkan sebuah gerbang dokumenter multibahasa dengan 154 karya yang saat ini tercantum daring, ditata untuk pembacaan, penelitian, dan penelusuran bibliografis. (tijaniheritage.com)

Di balik struktur yang tampak itu tersembunyi kisah yang lebih dalam: pelestarian kitab-kitab berharga oleh keluarga Skiredj, pemulihan amanah tersebut melalui Profesor Sidi Mohamed Erradi Guennūn, kolaborasi menentukan dari almarhum Profesor Ahmed ibn Abdallah Skiredj, serta kerja panjang penyuntingan, penerjemahan, dan penerbitan warisan ini demi manfaat yang lebih luas.

Itulah sebabnya katalog ini patut dibaca dengan cara yang berbeda.

Ia bukan hanya katalog buku.Ia adalah katalog kesetiaan.

https://www.tijaniheritage.com/en/books

++++++++++

Terjemahan ini mungkin mengandung ketidakakuratan. Versi rujukan bahasa Inggris dari artikel ini tersedia dengan judul Our Work in Preserving the Heritage of the Tijani Scholars : The Story Behind the Skiredj Library of Tijani Studies: From a Sacred Trust to a Living Digital Catalogue