21/3/20266 min readFR

Hadrat al-Tadani: Syarah Sidi Ahmed Skiredj atas Bait-bait Khatm Tijani

Skiredj Library of Tijani Studies

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan salawat dan salam kepada junjungan kita Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya.

Di antara karya-karya menonjol dari sang alim besar dan ‘arif billah, Sidi Ahmed ibn al-Hajj al-Ayyashi Skiredj al-Khazraji al-Ansari, ialah sebuah kitab yang halus dan penting secara spiritual berjudul Hadrat al-Tadani min Sharh Abyat al-Khatm al-Tijani. Karya ini termasuk dalam khazanah tulisan yang kaya, yang dengannya Sidi Ahmed Skiredj mengabdi kepada warisan Sīdī Aḥmad al-Tijānī, menjelaskan ajarannya, dan menerangkan bagian-bagian yang sulit bagi generasi-generasi sesudahnya.

Bagi pembaca yang menaruh perhatian pada buku-buku Sidi Ahmed Skiredj, literatur Tijani, dan syarah atas syair Sīdī Aḥmad al-Tijānī, buku ini merupakan bagian penting dari tradisi.

Apa Itu Hadrat al-Tadani?

Hadrat al-Tadani adalah sebuah komentar atas ungkapan-ungkapan terpilih dari sebuah qasidah terkenal yang dinisbatkan kepada Sīdī Aḥmad al-Tijānī. Dalam buku ini, Sidi Ahmed Skiredj menjelaskan beberapa kata kunci dan makna-makna spiritual qasidah tersebut, menyingkap kehalusannya, dan memudahkan pemahaman atas ungkapan-ungkapannya yang lebih sulit.

Teks sumber menegaskan bahwa ia melakukan hal itu dengan:

kejernihan

keanggunan

ungkapan yang mengalir

kemampuan penjelasan yang kuat

Hal ini menjadikan karya tersebut bernilai bukan hanya bagi para spesialis, melainkan juga bagi pembaca yang mencari pintu masuk yang lebih jelas ke dalam bahasa yang lebih dalam dari spiritualitas Tijani.

Sebuah Buku dari Masa Awal Kehidupan Skiredj

Buku ini berasal dari fase awal kehidupan Sidi Ahmed Skiredj, tepatnya pada tahun 1319 H / 1901 M. Hal itu sangat signifikan karena ia ditulis hanya sekitar empat tahun setelah ia mengambil Wird thariqah Tijani.

Ini berarti Hadrat al-Tadani termasuk dalam masa pembentukan keterlibatan ilmiah dan spiritualnya dengan teks-teks sumber Tijani. Bahkan pada tahap awal itu, dedikasinya untuk memahami dan melayani warisan Sīdī Aḥmad al-Tijānī sudah kuat dan sangat terarah.

Ditulis dalam Konteks Kajian Mendalam

Pada masa itu, Sidi Ahmed Skiredj sangat disibukkan oleh kajian terhadap dua karya fundamental dalam tradisi Tijani:

Jawahir al-Ma‘ani karya Sidi al-Hajj Ali Harazim

Al-Jami‘ karya Sidi Muhammad ibn al-Mishri

Karena itu, syarah ini semestinya dipandang sebagai bagian dari sebuah proyek intelektual dan spiritual yang lebih luas. Skiredj tidak mempelajari teks-teks yang terpisah-pisah. Ia menenggelamkan diri dalam kehidupan, ajaran, adab, metode spiritual, dan warisan doktrinal Sīdī Aḥmad al-Tijānī.

Dalam lanskap seperti itu, Hadrat al-Tadani tampil sebagai salah satu ungkapan dari upayanya yang lebih besar untuk memelihara, menjelaskan, dan mentransmisikan warisan sang Shaykh dengan kedalaman dan ketelitian.

Qasidah yang Menjadi Pusat Buku Ini

Qasidah yang dibahas dalam karya ini dibuka dengan bait-bait yang mengungkapkan kerinduan, cita-cita, dan hasrat spiritual. Di dalamnya, Sīdī Aḥmad al-Tijānī memohon kepada Allah maqam-maqam yang luhur berupa ma‘rifah, kedekatan, dan kasyf.

Menurut bahan sumber, qasidah ini disusun oleh Sīdī Aḥmad al-Tijānī pada suatu masa ketika usianya belum mencapai empat puluh tahun. Rincian itu penting, karena menunjukkan bahwa qasidah tersebut berasal dari tahap awal dalam perjalanan spiritualnya, ketika ia masih memohon kepada Allah pembukaan-pembukaan yang agung dan maqam-maqam yang tinggi.

Qasidah itu mengungkapkan kerinduan akan:

kefanaan rasa mabuk cinta Ilahi

pendakian menuju puncak-puncak keunggulan spiritual

tajalli Hakikat Ilahi

ketiadaan dari segala yang diciptakan melalui tenggelam dalam Allahakses kepada tingkatan-tingkatan tertinggi pengetahuan ruhani

Sebuah Jendela ke Arah Aspirasi Awal Sang Shaykh

Salah satu sisi paling berharga dari Hadrat al-Tadani ialah bahwa ia menolong para pembaca memahami apa yang disingkapkan bait-bait ini tentang aspirasi ruhani awal Sīdī Aḥmad al-Tijānī.

Sumber itu menjelaskan bahwa sang Shaykh memasukkan dalam puisi ini banyak permohonan akan maqām-maqām ma‘rifat yang agung, termasuk martabat kepemimpinan ruhani tertinggi, beserta sifat-sifat khasnya, rahasia-rahasianya, dan pengaruh-pengaruhnya.

Ambisi ruhani ini bukanlah sesuatu yang kebetulan. Ia terkait dengan kabar gembira yang telah beliau terima sebelumnya dari sebagian guru beliau yang paling agung.

Peran Kabar Gembira Terdahulu

Teks itu menjelaskan bahwa selama perjalanan-perjalanan beliau di Maghrib dan kemudian di Timur, Sīdī Aḥmad al-Tijānī menerima janji-janji ruhani yang besar dari sebagian guru beliau. Di antara yang terpenting ialah apa yang disampaikan kepada beliau oleh Sidi Mahmud al-Kurdi, yang memberitahukan bahwa beliau akan meraih suatu maqām yang bahkan lebih tinggi daripada derajat Qutbaniyya, dan bahwa beliau akan menerima kekhususan-kekhususan istimewa yang sebelumnya tidak pernah dianugerahkan kepada seorang wali pun yang lain.

Janji-janji ini meninggalkan kesan yang mendalam pada diri beliau. Beliau sangat mempercayainya, menempatkannya senantiasa di hadapan pandangan batin beliau, dan menantikan pemenuhannya dengan keyakinan dan harap.

Latar belakang ini membantu menjelaskan nada puisi tersebut. Ia bukan semata-mata syair devosional. Ia juga merupakan bahasa seorang wali yang menyeru Allah demi terwujudnya suatu takdir yang telah diisyaratkan oleh para guru beliau.

Makna Judul Kitab

Judul Hadrat al-Tadani mengisyaratkan kedekatan, pendekatan, dan ketaqarruban ruhani. Ini sangat tepat, karena seluruh karya ini berporos pada bait-bait yang mengungkap gerak jiwa menuju kedekatan Ilahi dan derajat-derajat perwujudan (tahaqquq) yang lebih tinggi.

Dengan mensyarah bait-bait itu, Sidi Ahmed Skiredj melakukan lebih daripada sekadar menjelaskan kosa kata. Beliau sedang menuntun para pembaca menuju ufuk batin puisi itu: aspirasi-nya, tata-bahasa ruhani-nya, dan keterkaitannya yang mendalam dengan takdir Sīdī Aḥmad al-Tijānī yang sedang tersingkap.

Mengapa Kitab Ini Penting

Kitab ini penting karena beberapa alasan.

Pertama, ia melestarikan satu lapisan awal warisan sastra dan ruhani Tijani dengan memusatkan perhatian pada sebuah puisi yang dinisbahkan kepada sang Shaykh sendiri.

Kedua, ia memperlihatkan bagaimana Sidi Ahmed Skiredj mendekati teks-teks Tijani yang sukar: bukan dengan filologi yang dingin semata, melainkan dengan takzim, kejernihan, dan kecakapan pedagogis.

Ketiga, ia memberi para pembaca wawasan tentang kehidupan batin awal Sīdī Aḥmad al-Tijānī, khususnya kerinduan beliau akan maqām-maqām dan anugerah-anugerah Ilahi yang kelak dianugerahkan kepada beliau.

Keempat, ia berdiri sebagai teladan peran Skiredj sebagai salah seorang mufassir besar tradisi Tijani.

Sebuah Gaya yang Ditandai Kejernihan dan Keindahan

Teks sumber menekankan bahwa Sidi Ahmed Skiredj menjelaskan bagian-bagian puisi yang sulit dengan gaya yang sekaligus:

cukup sederhana untuk menjernihkan hal-hal yang samar

cukup indah untuk menjaga kemuliaan ruhani puisi tersebut

Keseimbangan ini merupakan salah satu ciri khas tulisannya. Beliau memiliki kemampuan untuk menyederhanakan tanpa meratakan, dan menjelaskan tanpa menguras teks dari daya ruhani-nya.

Bagi para pembaca masa kini, hal itu tetap menjadi salah satu kekuatan utama kitab ini.

Allah Mengabulkan Doa Sang Shaykh

Sumber itu menutup dengan satu poin teologis dan ruhani yang penting: Allah mengabulkan doa yang terkandung dalam bait-bait tersebut. Dia menganugerahkan kepada Sīdī Aḥmad al-Tijānī maqām-maqām yang beliau mohonkan, bahkan lebih daripada itu. Dia melimpahkan kepada beliau banyak derajat yang luhur, pengetahuan-pengetahuan Ilahi, dan futūḥāt yang melampaui apa yang beliau minta.

Hal ini memberi puisi itu dan syarahnya kedudukan yang khas dalam tradisi Tijani. Keduanya tidak sekadar merekam kerinduan; keduanya berdiri dalam hubungan dengan suatu pemenuhan.

Renungan Penutup

Hadrat al-Tadani adalah sebuah karya kecil namun bermakna dalam warisan tertulis Sidi Ahmed Skiredj. Ia menghubungkan syarah sastra dengan sejarah ruhani, dan puisi devosional dengan penyibakan martabat Sīdī Aḥmad al-Tijānī.

Bagi siapa pun yang hendak memahami:

aspirasi awal Sīdī Aḥmad al-Tijānī

bagaimana aspirasi itu diungkapkan dalam puisi

bagaimana Sidi Ahmed Skiredj menafsirkan teks-teks besar Tijani

kedalaman intelektual keilmuan Tijani klasik

kitab ini sangat layak untuk dibaca.

Pada akhirnya, Hadrat al-Tadani lebih daripada sebuah syarah. Ia adalah sebuah pintu menuju bahasa kerinduan, janji, pemenuhan, dan kedekatan kepada Allah dalam tradisi Tijani.

++++

Terjemahan ini mungkin mengandung ketidakakuratan. Versi rujukan bahasa Inggris dari artikel ini tersedia dengan judul Hadrat al-Tadani: Sidi Ahmed Skiredj’s Commentary on the Verses of the Tijani Seal